Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Curug Terindah di Gedangsari

Dharmashala


Umpak-umpak Dharmasala
yang belum direkonstruksi.




Pondasi bangunan lain, mungkinkah keraton?



Umpak-umpak Dharmashala
di Keraton Ratu Boko.


Tidak jauh dari Kompleks Candi Arjuna, tepatnya di arah timur, terdapat sisa-sisa pondasi suatu bangunan. Apakah bangunan tersebut candi? Kalau diperhatikan secara seksama, pondasi tersebut tampak melebar, tidak mirip seperti pondasi candi. Malah kalau aku berpendapat, lebih mirip pondasi sebuah bangunan seperti keraton. Seperti pondasi-pondasi di Keraton Ratu Boko lah. Aku yang waktu itu (25/12/2008) sudah dibuat BeTe duluan oleh kabut dan hujan, asal saja memotret pondasi-pondasi itu. Yah, sekalian menghabiskan memori di kamera lah. Tidak disangka kabut yang tebalnya setengah mati itu tiba-tiba surut dan berubah menjadi hujan. Untung saja di dekatku ada sebuah bangunan kayu seperti pendopo, langsung saja aku bergegas kesana untuk berteduh. Sembari mengeringkan kamera, aku melihat-lihat sekitar dan ternyata di pendopo itu ada sebuah papan informasi. Setelah menyimak informasi yang tersaji...aku menghapus semua foto yang tadi asal-asalan kupotret dan ganti memotret pendopo ini. Ada apa gerangan?

Menurut papan informasi, pendopo ini adalah rekonstruksi dari Dharmashala. Apa itu Dharmasala? Dharmasala merupakan bangunan semacam pendopo yang berada di dekat candi atau vihara, yang biasa digunakan para peziarah untuk beristirahat atau mempersiapkan diri sebelum beribadah di candi. Karena bangunan ini sebagian besar terbuat dari kayu, tentu saja saat ditemukan kayu-kayu masa lampau tersebut sudah hancur dimakan zaman. Yang tersisa saat ini hanyalah umpak, yaitu pondasi batunya saja. Lalu bagaimana bangunan ini berhasil direkonstruksi lagi?

Para ahli menggunakan hipotesis dalam merekonstruksi bangunan ini. Maksudnya bangunan ini mungkin belum sepenuhnya tepat dengan konstruksi Dharmashala yang sesungguhnya di masa lampau. Akan tetapi, tentu saja para ahli tidak sembarangan dalam merekonstruksi Dharmashala. Mereka menggunakan asumsi bangunan lokal dan berbagai literatur. Diantaranya adalah gaya bangunan tradisional Jawa dan relief-relief Dharmashala yang ada pada dinding Candi Borobudur, mengingat Candi Borobudur dan Candi-Candi di Dataran Tinggi Dieng sama-sama dibuat pada abad ke-9 Masehi. Rekonstruksi ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2008.

NIMBRUNG YUK!

  • #Senin, 15 Agustus 2011, 14:31 WIB
    menarik,
    warisan budaya lagi...
    Matur nuwun mbak e :)