Candi Sukuh

Naik Kendaraan Umum
Pada kesempatan ini, aku terpaksa menjelajah seorang diri, hanya bermodal nekat, semangat pantang menyerah, dan dengan menggunakan kendaraan umum. Tapi ternyata tidak sulit kok untuk menuju kesana, berikut panduan menuju Candi Sukuh dari Yogyakarta menggunakan kendaraan umum:
-
Dari Yogyakarta menuju Solo, naik kereta api Prameks. Kemudian turun di Stasiun Solo-Balapan. Perjalanan sekitar 1 jam.
-
Dari Stasiun Solo-Balapan, berjalan kaki sekitar 10 menit, bisa juga naik becak, ke Terminal Bus Tirtonadi. Disini naik bus besar jurusan Solo-Tawangmangu. Bus ini tersedia setiap 30-45 menit sekali. Kemudian turun di Terminal Karangpandan. Perjalanan sekitar 1,5 jam.
-
Di Terminal Karangpandan, naik bus kecil menuju Sukuh. Bis ini tersedia setiap 15-30 menit sekali. Kemudian turun di pertigaan Nglorog. Perjalanan sekitar 20 menit.
-
Dari pertigaan Nglorog, kita bisa menggunakan jasa ojek untuk mencapai Candi Sukuh dengan tarif Rp 5.000. Kalau mau irit, cukup dengan berjalan kaki sejauh 1 km saja. Kalau memilih opsi yang terakhir, seperti yang aku lakukan kemarin, akan terasa petualangannya karena kondisi jalan 1 km itu adalah tanjakan terjal yang menguras stamina!
Tapi kalau orang jaman dulu bisa, kenapa kita nggak bisa?
-
Karena ketersediaan bus untuk kembali ke Solo terbatas hingga pukul 18.00, aku sarankan pada jam 16.00 sudah tiba kembali di pertigaan Nglorog untuk naik bus menuju Terminal Karangpandan.
Tiket KA Prameks (Pergi-Pulang) : Rp 7.000 x 2
Tarif Bus Besar Solo-Tawangmangu : Rp 8.000
Tarif Bus Kecil Karangpandan (Pergi-Pulang) : Rp 3.000 x 2
Tarif Bus Besar Karangpandan-Solo : Rp 6.000
Jadi, dengan Rp 34.000 kita sudah bisa berkunjung ke Candi Sukuh. Tarif retribusi Candi Sukuh sendiri adalah Rp 2.500 per orang.

Gerbang utamanya masih utuh.

Ada guide lokal yang siap menemani lho
namanya Pak Haryono.

Andreas menjelaskan arti panel relief Suddhamala.

Relief garuda, jarang ditemui di candi lain.

Edukasi seks di jaman lampau?
Jauhkan dari penglihatan anak-anak!

Altar bentuknya kura-kura, lucu.
Gerbangnya...
Pertama kali datang di Candi Sukuh, kita akan disambut oleh gerbang besar, layaknya gerbang masuk benteng. Gerbang besar ini dikunci dan di depannya diletakkan sesajen. Hmm, sepertinya gerbang ini ndak boleh sembarangan dimasuki. Sebenarnya pintu masuk ke Candi Sukuh memiliki tiga gerbang, tapi hanya gerbang utama saja yang masih utuh. Bentuk gerbang dibuat tinggi keatas, sesuai dengan kontur tanah yang berbukit.
Bentuknya...
Di pelataran utama Candi Sukuh...ini benar-benar candi ya? Ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang. Candi Sukuh memiliki arsitektur yang unik, yang berbentuk piramida dengan puncaknya datar. Sekilas memang mirip piramida suku Maya di Peru. Apa arsitek candi ini dulunya pernah sekolah di Peru? Siapa yang tau? Hehehe. Aku tidak sempat naik ke atas candi, berhubung situasi sedang hujan dan tidak ingin ikut-ikutan pengunjung lain.
Batunya...
Keunikan yang lain adalah batu yang menyusun hampir sebagian candi dan arca di kompleks ini. Batu-batu itu seperti bukan batu andesit, karena warnanya agak coklat kemerah-merahan. Apakah batu itu memang batu andesit yang sudah diberi larutan kimia tertentu oleh ahli arkeolog atau memang ini efek samping dari batu yang basah karena hujan? Wah, aku karena bukan ahli geologi jadinya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Yang jelas unik saja melihat candi yang didominasi warna coklat kemerah-merahan.
Arcanya...duh!
Arca dan relief yang ada di sekitar candi ini juga aneh. Dari sekilas melihat saja, ada perbedaan dari segi penggambaran bentuk relief dan arca yang terkesan lebih hidup. Apa mungkin candi ini dulunya dibuat oleh para seniman aliran baru? Candi ini adalah candi Hindu, walau tanpa adanya lingga-yoni dalam bentuk umum. Kok bisa tau? Yah, karena candi ini...maaf...vulgar, beberapa arca diantaranya menampilkan lingga dalam bentuk sesungguhnya yaitu kemaluan pria yang...sangat...detil. Di beberapa tempat juga ada perwujudan yoni, juga dalam bentuk sesungguhnya yaitu kemaluan wanita. Aneh memang, karena agak bertentangan dengan falsafah orang Jawa yang tabu menyinggung hal-hal yang ada kaitannya dengan seks. Karena hampir setiap lingga dan yoni di candi-candi di Jawa Tengah diwujudkan sebagai tiang dan altar. Tidak jauh dari Candi Sukuh, ada yang namanya Rumah Arca yang menjadi tempat BP3 menaruh koleksi arca-arca Candi Sukuh, diantaranya ada juga Yoni dalam bentuk umum.
Garudanya...
Candi induknya sendiri menampilkan ciri khas candi di daerah pegunungan, yaitu tanpa adanya candi perwara. Di candi induknya sendiri tidak ada tuh arca Agastya, Durga dan Ganesha. Yang malah bertebaran di halaman kompleks adalah arca Garuda. Ini baru pertama kalinya aku melihat arca Garuda, karena di candi-candi yang pernah kukunjungi tidak kutemukan arca seperti itu. Adanya arca Garuda juga mungkin erat kaitannya dengan adanya relief yang menceritakan kisah Garuda membebaskan ibunya dari sekapan Naga. Selain itu adapula relief yang menceritakan kisah anggota Pandawa Lima, Sadewa, membebaskan kutukan yang menimpa Durga dan juga relief Ganesha yang sedang mengajari para pengerajin keris.
Sejarahnya...
Menurut data yang dipampang di papan informasi, candi ini dibangun pada abad ke 15 Masehi, sekitar tahun 1437-1456. Ada banyak data yang merujuk pada tahun-tahun itu, seperti data yang tertera pada arca, relief, dan prasasti yang ditemukan. Candi ini berdiri pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Walau begitu, candi ini masih menganut arsitektur punden-berundak, yang terciri dari bentuk candi induk yang mirip piramida. Dari relief dan arca yang ada, diperkirakan candi ini dipergunakan sebagai sarana ruwat atau pensucian diri. Candi ini pertama kali ditemukan dalam keadaan runtuh pada tahun 1815 oleh Residen Surakarta, Johnson. Pada kurun waktu 1842-1910 dilakukan penelitian dan inventarisasi oleh sejumlah arkeologi Belanda. Pada tahun 1928 baru dilakukan pemugaran oleh Dinas Purbakala.
Akhirnya...
Sebelum aku meninggalkan kompleks Candi Sukuh karena hujan sudah reda dan hari mulai beranjak sore, aku sempat ngobrol-ngobrol dengan Pak Giarno salah satu petugas candi yang tertarik dengan info-info mengenai candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Karena itu kuberikan saja alamat situsku ini sebagai salah satu referensinya (promosi nih ye!). Nah, kalau Pak Giarno mampir kemari, jangan lupa ngasih komentar ya Pak! Tapi, aku masih akan berkunjung kemari, karena masih ada satu candi lagi di Karanganyar yang belum kudatangi dan juga menikmati penjelajahan dibawah birunya langit.
























NIMBRUNG YUK!
ah dasar kamu terlalu kolot ilmu seks itu bernilai edukasi..baik klo diajarkan dengan benar..apa lagi ada nilai2 yang terkandung didalamnya..
karena skarang pake vcd blue film jadinya malah merusak moral..
Dan arcanya juga terkesan berani banget, apalagi dibangun di tempat yang dianggap sebagai bangunan suci.
Ato jangan-jangan yang mbangun bukan orang Indonesia?
Calon Bupati Karanganyar masa depan Mo Ngucapin makasih dah Berkunjung,,, Hem,Masih banyak Wisata yg bisa dinikmati di sini LO.. Datang Lagi Za,, Candi Cetho Lebih keren!! tanjakannya juga!
SAMA2 Vulgar emang, tapi tetep sakral.Ada patung saraswati di sana (Mg masih ada,,he)Bu Rina datengin dari Bali,katanya sich GITU..
Ad hamparan kebun teh, stroberi, banyak Bunga2 yg indah bgt disana, tp 'bunga' beneran :-P sayang bwt dilewatin,, :-)
alo mas/mbk..kenalin q tini mrumah ku d ds.nglerak segorogunung,dekat sih dr candi sukuh ya kletan 3 desa deh...
q punya kenagan bgt dg candi sukuh...boleh q sering ya...
waktu itu q masih smp kls 1...tiap k candi q selalu jalan kaki bareng ma temen2..pokoe rame bgt deh..nah waktu nugu temen janjian q ketemu ma org dr jkrt org keturunan arab..eh cerita2 malah org ny mau ngajak nikah q,kata temeny org segorogunug terkenal cantik2(hehe promosi)..ya kaget aja to mas q ma temen ku lgsung kabur ma temen2..sambil terus menugu temen2 q k taman ngargoyoso sebelah timur candi d sana malah banyak org pacaran..tapi pemandangan d sana sungguh luuuar biasa bgt...
liat kaya gituan kabur ma temen2..hehee pergi k candi sukuh yg induk ny...ya berpose2 padahal ga ada kamera..haha narsis...
kalo mas liat k arah utara nanti pasti nemuin desa ku..kalo maen nati tak kasih buah jeruk d petik lgsung dr pohn..gratisss...tak ajak k sana juga ada sumber air panas kok...pkoe mak nyusss..hehee