Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Lumbung

Street Hunt: Lapangan Niti Mandala, Denpasar

Senin sore (02/02/2009), aku ditinggal seorang diri oleh para babes di sebuah lapangan di kota Denpasar, Bali. Mereka itu mau menunaikan ibadah Shalat Ashar. Tapi berhubung shalat Asharku sudah kujamak pas Dzuhur, aku pergunakan saja waktu luang menunggu mereka selesai shalat dengan muter-muter lapangan. Siapa tau ada obyek menarik, cakep buat dipotret, dan kegiatan ini tidak lain adalah Street Hunt!


Sebuah keluarga sedang bercengkrama.


Sekelompok orang sedang senam yoga.


Ada juga yang sedang bermain kasti.


Lari sore bersama anjing tercinta.


Pedagang kaki lima, dimana-mana ada.
Namanya Lapangan Niti Mandala, letaknya di Kec. Renon, Kel. Denpasar Selatan. Lapangan ini tergolong unik, dibandingkan sejumlah lapangan lain di kota Denpasar. Di lapangan ini terdapat sebuah bangunan, berbentuk mirip candi, yang bernama Bajra Sandhi. Bangunan ini merupakan monumen perjuangan rakyat bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman yang dapat memberi inovasi dan inspirasi dalam mengisi dan menjaga keajegan negara Kesatuan RI (panjang ya, itu disadur dari sini). Lapangan ini diapit oleh Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali dan juga Gedung DPRD Propinsi Bali. Bangunan ini memiliki tiga lantai. Lantai pertama berisi ruang informasi, ruang keperpustakaan, ruang pameran, ruang pertemuan, ruang administrasi, gedung dan toilet. Lantai kedua berisi diorama perjuangan rakyat Bali. Lantai ketiga adalah ruang ketenangan, digunakan untuk menikmati suasana lapangan dari puncak Bajra Sandhi (informasi lantai disadur dari sini). Sayang aku nggak bisa masuk ke dalam, karena sudah lewat dari jam berkunjung yaitu 08.30 – 17.30 WITA. Biaya masuknya sendiri cukup murah, Rp 5.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Kalau berkunjung secara berkelompok, minimal 10 orang, bisa dapat harga yang lebih murah lagi.


Senam di Halaman Bajra Sandhi.
(Klik untuk memperbesar).
Karena nggak bisa masuk, ya udah deh motret aktivitas orang-orang yang ada di lapangan aja. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 lebih dikit, tapi di Denpasar matahari sore belum mau beranjak turun. Kebanyakan orang-orang memanfaatkan Lapangan Niti Mandala sebagai sarana olahraga. Ada yang jogging di lingkar luar lapangan, ada keluarga yang sedang bercengkrama, dan ada juga yang bermain dengan anjing-anjing. Untuk yang terakhir, dikabarkan di Denpasar kini tengah dilanda wabah rabies, seperti yang dilansir harian Kompas (11/02/2009). Katanya sih, jumlah anjing-anjing yang beraktivitas di Lapangan Niti Mandala berkurang, karena pemiliknya nggak mau anjingnya tertular rabies. Tapi sebenarnya, anjing adalah pemandangan umum di sudut-sudut kota bali, seperti layaknya kucing di pulau Jawa.

Hiruk-pikuk itu jelas mengundang para pencari rejeki, pemulung dan penjaja kaki lima, untuk nimbrung di keramaian Lapangan Niti Mandala. Tapi karena sudah ada larangan dari pemda setempat bahwa kawasan Lapangan Niti Mandala bebas dari penjaja kaki lima, maka nggak heran kalau disini kita bisa menemui adegan kejar-kejaran antara aparat Tramtib dengan pedagang kaki lima. Tanpa aku sadari, hapeku yang kuletakkan di kantong dari dari bergetar-getar, tanda bahwa aku dicari oleh para babes itu. Ya sudah deh, kuakhiri saja sesi street hunt sore ini dan berganti memotret babes itu. Narsis ya, hehehehe.



NIMBRUNG YUK!