Street Hunt: Lapangan Niti Mandala, Denpasar


Sebuah keluarga sedang bercengkrama.

Sekelompok orang sedang senam yoga.

Ada juga yang sedang bermain kasti.

Lari sore bersama anjing tercinta.

Pedagang kaki lima, dimana-mana ada.
Karena nggak bisa masuk, ya udah deh motret aktivitas orang-orang yang ada di lapangan aja. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 lebih dikit, tapi di Denpasar matahari sore belum mau beranjak turun. Kebanyakan orang-orang memanfaatkan Lapangan Niti Mandala sebagai sarana olahraga. Ada yang jogging di lingkar luar lapangan, ada keluarga yang sedang bercengkrama, dan ada juga yang bermain dengan anjing-anjing. Untuk yang terakhir, dikabarkan di Denpasar kini tengah dilanda wabah rabies, seperti yang dilansir harian Kompas (11/02/2009). Katanya sih, jumlah anjing-anjing yang beraktivitas di Lapangan Niti Mandala berkurang, karena pemiliknya nggak mau anjingnya tertular rabies. Tapi sebenarnya, anjing adalah pemandangan umum di sudut-sudut kota bali, seperti layaknya kucing di pulau Jawa.
Hiruk-pikuk itu jelas mengundang para pencari rejeki, pemulung dan penjaja kaki lima, untuk nimbrung di keramaian Lapangan Niti Mandala. Tapi karena sudah ada larangan dari pemda setempat bahwa kawasan Lapangan Niti Mandala bebas dari penjaja kaki lima, maka nggak heran kalau disini kita bisa menemui adegan kejar-kejaran antara aparat Tramtib dengan pedagang kaki lima. Tanpa aku sadari, hapeku yang kuletakkan di kantong dari dari bergetar-getar, tanda bahwa aku dicari oleh para babes itu. Ya sudah deh, kuakhiri saja sesi street hunt sore ini dan berganti memotret babes itu. Narsis ya, hehehehe.














NIMBRUNG YUK!