Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Ijo

Candi Bojongmenje

Untuk membunuh rasa bosan yang melanda diriku saat aku pulang ke kota Bandung, pada hari Selasa (07/04/2009) aku lagi-lagi kembali mencari “batu”. Menurut kabar yang tersiar di internet, Candi Bojongmenje yang terletak di Dusun Bojongmenje, Kel. Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Jawa Barat merupakan satu-satunya candi di Kabupaten Bandung yang masih utuh bentuk dan tampilannya.

  1. Tidak sulit untuk sampai ke lokasi candi itu. Kalau dari kota Bandung, aku masuk Gerbang Tol Pasteur dan keluar di Gerbang Tol Cileunyi. Bayar Rp 6.000 buat biaya tol (soalnya aku naik mobil).

  2. Disana tinggal telusuri saja Jl. Raya Rancaekek hingga sampai di km 25. Nggak terlalu jauh kok dari Gerbang Tol Cileunyi, soalnya Gerbang Tol Cileunyi itu sudah berhadapan dengan Jl. Raya Rancaekek km 19.

  3. Di km 25 bakal ketemu dengan PT Kewalram di sisi kiri jalan. Kemudikan kendaraan pelan-pelan aja, sampai ada U-Turn untuk putar balik arah. Nah, putar balik disini kemudian jalan pelan-pelan sampai ketemu papan petunjuk candi di sisi kiri jalan, kira-kira 200 meter dari U-Turn. Silakan parkir kendaraan dan jalan kaki!

  4. Aku nggak terlalu heran ketika arah yang ditujukkan papan petunjuk itu mengarah ke pemukiman kampung. Aku jalan terus menembus kampung, melewati sungai Cimande yang kotor, hingga berjalan di gang antara dua pabrik dengan tembok tinggi. Nggak beberapa lama, aku melihat suatu pemandangan yang cukup kontras. Sebuah tanah hijau yang dihimpit oleh tembok-tembok pabrik. Ketika aku melihat di tanah hijau tersebut ada setumpuk batu-batu, aku yakin berada di tempat yang benar.

Baru Ditemukan

Ruang penyimpanan batu ini kalau musim
hujan bakal terendam air sampai batas garis kuning.

Dari sekian puluh candi yang kukunjungi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, baru kali ini aku menyaksikan candi yang ”dikepung” oleh pesatnya perkembangan jaman. Tidak heran, karena candi ini baru ditemukan pada tanggal 18 Agutus 2002 secara tidak sengaja. Saat candi ini pertama kali ditemukan, ada pohon yang tumbuh diatasnya sehingga menyamarkan keberadaan candi yang tertimbun tanah. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-5. Candi ini merupakan candi Hindu karena pernah ditemukan arca Nandi disini. Selain itu ada pula arca lain yang disebut masyarakat sekitar sebagai arca orok (bayi red.) yang menggambarkan seorang wanita yang menggendong bayi. Saat ini arca-arca itu disimpan di kantor BP3 Serang, Banten.

Tentang Gambar

Batu-batu ini dipindahkan dari lokasi semula
akibat dari proses ekskavasi.
Oh ya, aku akan menjelaskan sedikit tentang gambar memanjang yang ada di awal artikel ini (perhatikan gambar diatas baik-baik). Bisa dilihat, ada dua jenis tembok pabrik yang mengepung sebuah struktur beton yang terendam air. Struktur beton itu adalah lokasi tempat batu-batu kaki candi ditemukan. Sebenarnya letak batu-batu kaki candi itu berada di ketinggian yang sama dengan ujung tanda panah tertinggi yang ada di tembok. Pada proses ekskavasi, batu-batu kaki candi terpaksa dipindahkan, di lokasi asalnya dicor beton dan pada musim hujan daerah ekskavasi ini terendam air. Kalau air di dalam ”kolam” surut, bisa dilihat juga batu-batu candi hasil galian. Tapi satu yang pasti, sebagian bangunan dari candi ini berada di bagian lain di dalam sisi tembok pabrik. Mau-tidak-mau tembok pabrik itu harus dijebol. Mengingat setiap candi paling tidak memiliki pagar candi yang berlapis-lapis, mau-tidak-mau semua tembok pabrik harus dijebol.

Kisah Juru Pelihara

Ini Pak Rohman. Harap bersabar mendengarkan beliau
bercerita dan jangan terbawa emosi. Soalnya
dijamin nggak bakal menang adu debat!
Sebenarnya mungkin beliau hanya kesepian...
Namanya Pak Rohman, beliau adalah juru pelihara Candi Bojongmenje yang sudah bertugas semenjak candi ini pertama kali ditemukan. Beliau yang mantan ABRI ini senang bercerita, walau terkesan menggurui tapi menilik dari pengalaman hidupnya dan berbagai tempat yang sudah ia kunjungi di pelosok nusantara, ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari percakapan dengannya. Beliau mengeluhkan perihal Candi Bojongmenje yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Ketika beliau melaporkan berkenaan hal-hal perawatan, pihak birokrat selalu melempar tanggung-jawab ke instansi lain; mulai dari BP3, Dinas Pariwisata, sampai PemProv Jawa Barat. Dengan upah per bulan yang hanya Rp 200.000 yang dirapel 3 bulan, pantas saja beliau geram dengan perilaku birokrat yang menurutnya semena-mena. Padahal Candi Bojongmenje sendiri sudah banyak dikunjungi oleh peneliti dari berbagai disiplin ilmu, termasuk diantaranya Pak Timbul Haryono, beliaulah peneliti yang pertama kali datang kemari.

Ada yang Kurang...

Batu-batu yang ditemukan kebanyakan hancur, ini karena
dahulunya lokasi ini merupakan pemakaman umum, hiii...
Biasa kan kalau gali makam, ketemu batu, kan dihancurkan.
Sebelumnya aku mohon maaf. Sebenarnya artikelku ini bisa saja mengungkap sisi arkelogis Candi Bojongmenje dengan lebih mendalam. Pak Rohman memiliki buku penelitian candi yang diperolehnya dari Pak Timbul. Tapi Pak Rohman terkesan menganggap siapapun yang datang berkunjung kesana hanya memerlukan data-data itu, kemudian pulang. Yah, saat ditawarkan buku penelitian itu, terpaksa aku tolak karena aku merasa bukan orang seperti yang dikesankan Pak Rohman. Walaupun dengan itu aku terpaksa mendengarkan beliau bercerita selama 3 jam, mana belum makan pagi lagi. Ditambah dengan suasana hatiku yang sedang nggak menentu, aku merasa eksplorasiku kali ini kurang mengena. Tapi kata beliau, sehabis Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 nanti, proses ekskavasi bakal dilanjutkan lagi setelah tertunda bertahun-tahun. Semoga kelak aku bisa mampir lagi kemari.

Pemerintah...
Ternyata tidak hanya benda cagar budaya saja yang kalian telantarkan, tapi juga juru peliharanya. Ckckckc...

NIMBRUNG YUK!

  • PEIN
    avatar 305
    #Sabtu, 11-April-2009, 14:20 WIB
    Finally, nyasar ke tempat ini juga.............. :P


    Btw masih di Bandung ga ? Posting makanan daerah dunk, Indonesia kan juga kaya akan beragam Kuliner [ bahasa juga, dsb ]........................ :D
    Waduh, makannya apa ya? Bandung makanan khasnya udah ber-fusion ria sih...
  • #Minggu, 12-April-2009, 11:57 WIB
    Some day
    i want go there
    to this statue
    ya...ya...ditunggu sama Pak Rohman loh
  • VINNA
    avatar 310
    #Senin, 13-April-2009, 16:36 WIB
    jadi pnasaran mo ksini.. hayoo, kpn mengunjungi candi2 d karawang? hehehe..
    kapan ya mbak, sesempatnya saya kesana deh, maklum domisili kan di Jogja, he3
  • #Sabtu, 18-April-2009, 17:36 WIB
    Bagus banget artikelnya. Oh ya sekalian mumpung di Jabar, denger2 daerah Rancamaya n Nagrek situ juga byk situs purbakalanya. Someday diinvestigasi jga ya
    Msak sih artikelnya bagus? he3. Trims. Rancamaya n Nagrek ada situs purbakala apa?
  • #Senin, 20-April-2009, 18:22 WIB
    Bagus coz blm byk tulisan tentang Candi Bojongmenje. Meski sayang data2nya ga lengkap ya tp foto2nya bagus2 kok. SetauQ blm ada yg nampilin dari angle2 kyk gini. Ini dari "gosip2" di internet kok kl di Rancamaya n Nagrek ada situs purbakalanya. Berupa apa n dari kerajaan mana blm tau pasti. Makanya kl pulang kampung lagi laen kali diselikidi ya. He...he
    Masak sih? Padahal hari itu aku nggak mood ngliput lo, motretnya aja juga asal-asalan, mendung lagi. Wah klo ga ada informasi ttg situs purbakala bisa repot, tapi ga tau pulang lagi kapan. Semoga artikel candiku yg berikutnya bisa lebih bagus lagi ya.
  • #Rabu, 05-Agustus-2009, 14:25 WIB
    Maksud dari bentuk dan tampilan masih utuh apa ya ?
    dari foto kok nggak terlihat utuhnya,mohon info ya..
    Memang tidak terlihat di foto soalna tertutup air Bu. Kalau mau info dan gambar lebih rinci saat ekskavasi bisa menyambangi situs www.wacananusantara.org.
  • PEIN
    avatar 2873
    #Sabtu, 19-Juni-2010, 21:04 WIB
    Mengapa pemerintah Bandung ga ngurus candi ini ?
    Kaya mereka "MEMAKSA" buat ngebuat Candi Cangkuang ??

    mungkin dah banyak Candi yang ditemukan di Daerah Jawa Barat ya ^^
    >> Dolo kan blas ga ada......
    wah itu mungkin karena kendala dana dan lokasi juga...
  • #Senin, 15-Agustus-2011, 15:02 WIB
    i like it
    :)
    nuwun mbak :)