Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Telaga Warna Dieng

Candi Losari

Candi dibangun tidak di sembarang tempat. Tempat-tempat dimana candi dibangun adalah tempat suci pilihan eyang-eyang kita di masa lalu. Namun sayang, tempat-tempat itu kini bisa jadi memiliki penampilan yang berbeda dibandingkan beratus-ratus tahun silam. Anggaplah itu akibat dari metamorfosis jaman. Jadi, jangan heran kalau selama ini ada candi yang ditemukan di dasar sawah, diantara himpitan pabrik, dan bahkan di tengah rimbunnya pohon salak seperti Candi Losari yang terletak di Dusun Losari, Kec. Salam, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Ke Kebun Salak
Untuk mengunjungi Candi Losari, anda dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, karena Dusun Losari berada di sisi Jl. Jogja-Magelang, sekitar 2 km selepas gerbang perbatasan propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bila anda jeli, di sisi Jl. Jogja-Magelang juga terdapat papan petunjuk arah ke Candi Losari. Sesampainya di Dusun Losari, ada baiknya anda bertanya kepada warga sekitar mengenai lokasi Candi Losari, karena candi tersebut berada di tengah kebun salak dan di dusun tersebut ada banyak sekali kebun salak!

Candi Pak Guru

Candi Perwara yang tersembunyi di pepohonan salak.


Potongan candi perwara lain yang kotor dengan tanah.


Bebatuan candi yang ditimbun lagi ditutup plastik.


Lubang galian lain yang ditutup tanah.


Andreas, Agatha, dan Mas Ipuk ngobrol dengan Pak Badri.
Asyiknya meneliti candi sambil makan salak! Makasih Pak!


Hari Minggu (10/05/2009), "tim pencari batu" yang beranggotakan aku, Andreas, Mas Ipuk, Agatha, dan Eme ditemani oleh Pak M. Badri selaku pemilik kebun salak dan juga penemu dari Candi Losari. Kisah Pak Badri sendiri dalam menemukan candi ini pernah dimuat dalam harian Kompas. Walaupun begitu Pak Badri yang juga guru SMPN 12 ini sangat antusias untuk bercerita kepada kami tentang Candi Losari. Sebetulnya kebun salak milik Pak Badri ini adalah kebun warisan keluarga yang sebelumnya telah dikelola oleh kakek dan ayahnya. Namun di tahun 2002 Pak Badri mulai mendapat firasat bahwa ada "sesuatu" di kebun salaknya itu. Ketika beliau menggali tanah untuk membuat parit, beliau menemukan beberapa batu candi. Tapi kala itu beliau belum berinisiatif untuk mengangkatnya, sehingga batu-batu itu ditimbun lagi dalam tanah. Baru pada tahun 2004, Pak Badri berinisiatif untuk mengangkat semua batu-batu yang pernah ia temukan dan hasilnya adalah 2 mobil colt yang penuh dengan batu. Batu-batu itu lantas ia boyong dan disusun di rumahnya. Dari sanalah keberadaan Candi Losari terkuak ke publik, termasuk diantaranya BP3 Jawa Tengah dan media cetak yang datang meliput.

Pada bulan Agustus 2008 silam, pihak BP3 Jawa Tengah yang dibantu oleh tim arkeologi dari Universitas Gadjah Mada telah selesai melakukan penggalian 8 lubang dan menemukan posisi candi induk dan tiga candi perwara. Pihak BP3 Jawa Tengah sendiri sudah mulai membebaskan tanah-tanah disekitar candi. Proses penggalian terkendala dengan jenis tanah yang mengubur batu tersebut. Tanah tersebut sangat keras dan memantikkan api apabila terkena kontak dengan alat gali. Dari kedelapan lubang galian, saat ini hanya 2 lubang yang dibuka dan lubang-lubang lain ditutup kembali dengan tanah. Pak Badri menyebutkan itu adalah usaha untuk mencegah pencurian bebatuan candi. Di lubang galian sedalam 4 meter tersebut, kita dapat menyaksikan bebatuan candi yang tergenang air. Menurut Pak Badri, air itu muncul dengan sendirinya dari dalam tanah dan tidak dapat dikeringkan menggunakan mesin pompa. Tidak jauh dari situs, Pak Badri menyebutkan ada sungai purba yang saat ini sudah mengering.

Pak Badri kini dengan sukarela menjadi penjaga Candi Losari. Kami bangga dengan Pak Badri karena beliau sebagai orang Indonesia memiliki kepedulian yang besar untuk melestarikan peninggalan nenek moyang. Putri beliau yang bernama Ika sepertinya juga akan mengikuti jejak ayahnya, karena ia telah terdaftar sebagai mahasiswi Jurusan Arkeologi UGM dengan kemauan dan pilihannya sendiri. Penggalian Candi Losari akan segera dilanjutkan tahun ini. Kami semua berharap pada kunjungan berikutnya Candi Losari sudah tersingkap penuh. Konon menurut tim Arkeologi UGM, candi ini kaya akan relief yang indah.



Catat-Mencatat...
Mbak E, terima kasih buat perannya jadi notulis di ekspedisi kemarin yah, :D

NIMBRUNG YUK!

  • AGATHA MAHARDIKA
    avatar 523
    #Rabu, 20-Mei-2009, 13:31 WIB
    ngomong2 salaknya dihabisin sendiri nih maw?
    kenyang....hiks...
  • #Rabu, 20-Mei-2009, 15:35 WIB
    Walah, mbahas anaknya segala. Ini cari batu sekalian nyalon jadi mantu. hehe
    mas Stein perlu tau, sebelum pulang dari sana saya sempet teriak "Ikaaa, nanti semoga sukses kuliahnya ya!"...gombal tenan!
  • #Rabu, 20-Mei-2009, 19:18 WIB
    Wah, tambah suwi iki gag balik2 ke kampung halamanmu di ibukota gara2 nungguin anaknya Pak Badri lulus kul. Semakin cinta Jogja niy. He...he.
    Kok tumben gag terlalu detil banget liputannya? Biasanya ada deskripsi fisik candi, sejarahnya ato ada apa aja kek di candinya (maksude bukan misteri lagi kayk di Candi Risan). Sibuk kasi wejangan ke Mbak Ika ya? Hi...hi
    Liputan yang ini diambil dari tulisannya Mbak E, yang lebih banyak menyoroti sejarah candi dari sisi juru peliharanya. Lagipula candi yang terlihat baru candi perwaranya aja, itupun cuma atapnya doang.

    Dit, jangan bawa-bawa nama anak orang ah. Malu. Kalau kamu cemburu, mari kita selesaikan urusan empat mata ini secara damai. He3 :D
  • #Kamis, 21-Mei-2009, 09:15 WIB
    jadi pengen wisata candi nih
    masuk candi masih sebatas candi2 yang terkenal saja.
    Silakan-silakan, masih banyak kok candi-candi kecil di seantero Jogja-JaTeng. Dan kami akan membuatnya terkenal, hehehe.
  • #Kamis, 21-Mei-2009, 17:10 WIB
    Papannya ga kelihatan dari luar kayaknya karena tertutup pohon. Syukurlah blog ini mengungkapnya sehingga setidaknya ada catatan tentang warisan budaya kita.
    Papannya tu emang di dalam kebun salak Bud, sekitar 50 meter dari pintu kebun deket jalan dusun.
  • #Kamis, 21-Mei-2009, 18:44 WIB
    seru mas, smbil liat candi kebagian makan salak, he,,he,, mas makasih atas kunjungannya, link mas sudah saya pasang disni http://maxcomputer.info/bertukar-link, tukeran iah,, he,,he,,
    kita kesana tuh dikasih salak satu kresek lho, mantap gan!
  • #Jum'at, 22-Mei-2009, 06:42 WIB
    2 kilo setelah gerbang itu di bagian mana ya? dah lama gak lewat jgja magelang. kalo sam kuburan cina yg di kiri jalan itu sebelah mananya? muat petanya mas, kan lebih jelas :)
    2 Kilo setelah gerbang itu ya masih di Kec. Salam mas. Belum sampai kuburan Cina yang ada di kiri jalan.
  • POPO
    avatar 539
    #Jum'at, 22-Mei-2009, 16:26 WIB
    Pengen sih liat candi tapi jauh itu yang bikin gak kesampaian........lam kenal mas :) mampir bawa berita ya ke blog ku...
    awas gak mampir tak gantung entar.....hehe
    Wuiih...digantung, ya udah deh saya mampir...tapi dimana yah?
  • EMERITA
    avatar 541
    #Sabtu, 23-Mei-2009, 06:40 WIB
    ak yg thanks Wis. enak sekali menjaring angin, jalan dan ketawa2 ha ha....
    Maksudnya menjaring angin itu apa mbak E?
  • #Senin, 25-Mei-2009, 09:38 WIB
    Senang mampir kesini, bisa liat candi berikut kronologinya...kenapa situsnya bisa ditanami salak? Apa masyarakat sekitar ga ngerti atau pemerintah yang abai?....asal jangan seperti di Mojokerto...situs mo dibuat bangunan, salam.
    Makasih mas udah mampir, mohon juga koreksi klo ada artikel yang kurang bagus, he3.

    Saat candi Losari ditemukan pertama kali, memang berada di Kebun Salak mas. Nanti kalau sudah dipugar, pohon-pohon Salak itu bakal ditebang kok. Tapi selama belum dipugar, salak kan nilai ekonomisnya tinggi, jadi ya masih dipelihara.
  • ANDREAS
    avatar 554
    #Senin, 25-Mei-2009, 17:46 WIB
    wis,fototnya ika mana?
    Emang saya motret dia ya? Udah ah, jangan buat gosip disini :D
  • ARIF HIMAWAN PUTRA
    avatar 559
    #Selasa, 26-Mei-2009, 15:39 WIB
    Aku ga menyangka di desaku ditemukan candi dan baru kemarin aku sempat kesana dan aku foto candi2 itu termasuk bukit yg indah disebelah barat candi yang hanya berjarak 300 m sebelah barat situs "Candi Losari" aku sangat bangga dan mendukung desa Salam dijadikan Desa Wisata demi pelestarian warisan budaya termasuk seni budaya Badui di kampungku. Menurut penduduk sekitar penggalian candi akan dilanjutkan tgl 1 juli 2009, semoga segera terwujud. Bagi temen2 yg mau liat foto Candi Losari dan Gunung Sari bisa liat di "fb" ku.
    Bukit 300 meter itu bukit apa ya? apa ada peninggalan purbakalanya juga? Saya juga turut senang mendengar ada putra daerah yang bersemangat mengembangkan potensi daerahnya. Saya dukung deh!
  • #Selasa, 02-Juni-2009, 09:08 WIB
    Eh... candinya bagus yah???
    he he he he he... Oiya, Ika tu adekku!
    Duh! Hooooi, semua yg komen di artikel ini, yang pada menanyakan Ika, kakaknya kemari nih! Duh! Ya mbak, tolong dimaafkan kelancangan kami ini yah. Salam juga buat Ika, Pak dan Bu Badri. Huehehehe.
  • #Kamis, 04-Juni-2009, 15:45 WIB
    he he he......... Cip!
    makasih ya mbak!

    eh tapi...ima-ika-ima-ika-ima-ika-ima-ima...eee...apa ada mbak punya saudara lain yang namanya ina, ila, atau ija??? :)
  • AGATHA MAHARDIKA
    avatar 821
    #Minggu, 28-Juni-2009, 10:54 WIB
    hohoho.... ketahuan kakanya....
    Ketauan kakanya gimana sih Gat?
  • HERMAN
    avatar 1165
    #Kamis, 13-Agustus-2009, 14:41 WIB
    salut buat pak badri dan pak basuki,
    pak bas.. voline menang po?
    hooo, di Losari sedang ada tanding voli to Pak?
  • PEIN
    avatar 2453
    #Minggu, 28-Maret-2010, 17:07 WIB
    Hm,
    Ga rumahnya Pak Gurunya ?
    Katanya pak Guru seorang yang merekonstruksi Candi Induk Candi Losari dan dinyatakan tepat oleh ahli Purbakalan. Candi Induknya sekarang di halaman rumahnya Pak Guru......
    Rumahnya sebetulnya deket, tapi kita ndak mampir karena masih banyak candi yg harus dikunjungi waktu itu...
  • AGUS PRATOMO
    avatar 2624
    #Kamis, 29-April-2010, 13:11 WIB
    salam buat p badri dari teman lamanya dulu waktu masih di smpn12 ...
    hoalah...
  • #Selasa, 11-Mei-2010, 15:46 WIB
    hhm...bangga candi di desaku bisa diulas dan banyak yang komen. Padahal aku blum pernah liat candi itu secara langsung lho, kok liatnya malah dari blog orang...:)Lam kenal yaah...
    salam kenal juga mba, ayo kunjungi Candi Losari, bisa ketemu Pak Badri juga lho :D
  • PEIN
    avatar 2987
    #Minggu, 18-Juli-2010, 01:04 WIB
    Hm,
    ke sini naik bus jurusan apa, trus ancer2nya turun di mana ?
    Naik bus jurusan Magelang dan turun di Desa Losari, biasanya supir bus dah tahu kok.
  • TOMY WARU
    avatar 3571
    #Senin, 10-Januari-2011, 16:57 WIB
    Waaaw tp ckarang mana ya....kok g da.....
    ketutupan salak roboh >.<