Candi Losari

Ke Kebun Salak
Untuk mengunjungi Candi Losari, anda dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, karena Dusun Losari berada di sisi Jl. Jogja-Magelang, sekitar 2 km selepas gerbang perbatasan propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bila anda jeli, di sisi Jl. Jogja-Magelang juga terdapat papan petunjuk arah ke Candi Losari. Sesampainya di Dusun Losari, ada baiknya anda bertanya kepada warga sekitar mengenai lokasi Candi Losari, karena candi tersebut berada di tengah kebun salak dan di dusun tersebut ada banyak sekali kebun salak!
Candi Pak Guru

Candi Perwara yang tersembunyi di pepohonan salak.

Potongan candi perwara lain yang kotor dengan tanah.

Bebatuan candi yang ditimbun lagi ditutup plastik.

Lubang galian lain yang ditutup tanah.

Andreas, Agatha, dan Mas Ipuk ngobrol dengan Pak Badri.
Asyiknya meneliti candi sambil makan salak! Makasih Pak!
Pada bulan Agustus 2008 silam, pihak BP3 Jawa Tengah yang dibantu oleh tim arkeologi dari Universitas Gadjah Mada telah selesai melakukan penggalian 8 lubang dan menemukan posisi candi induk dan tiga candi perwara. Pihak BP3 Jawa Tengah sendiri sudah mulai membebaskan tanah-tanah disekitar candi. Proses penggalian terkendala dengan jenis tanah yang mengubur batu tersebut. Tanah tersebut sangat keras dan memantikkan api apabila terkena kontak dengan alat gali. Dari kedelapan lubang galian, saat ini hanya 2 lubang yang dibuka dan lubang-lubang lain ditutup kembali dengan tanah. Pak Badri menyebutkan itu adalah usaha untuk mencegah pencurian bebatuan candi. Di lubang galian sedalam 4 meter tersebut, kita dapat menyaksikan bebatuan candi yang tergenang air. Menurut Pak Badri, air itu muncul dengan sendirinya dari dalam tanah dan tidak dapat dikeringkan menggunakan mesin pompa. Tidak jauh dari situs, Pak Badri menyebutkan ada sungai purba yang saat ini sudah mengering.
Pak Badri kini dengan sukarela menjadi penjaga Candi Losari. Kami bangga dengan Pak Badri karena beliau sebagai orang Indonesia memiliki kepedulian yang besar untuk melestarikan peninggalan nenek moyang. Putri beliau yang bernama Ika sepertinya juga akan mengikuti jejak ayahnya, karena ia telah terdaftar sebagai mahasiswi Jurusan Arkeologi UGM dengan kemauan dan pilihannya sendiri. Penggalian Candi Losari akan segera dilanjutkan tahun ini. Kami semua berharap pada kunjungan berikutnya Candi Losari sudah tersingkap penuh. Konon menurut tim Arkeologi UGM, candi ini kaya akan relief yang indah.
Catat-Mencatat...
Mbak E, terima kasih buat perannya jadi notulis di ekspedisi kemarin yah, :D
Mbak E, terima kasih buat perannya jadi notulis di ekspedisi kemarin yah, :D












NIMBRUNG YUK!
Kok tumben gag terlalu detil banget liputannya? Biasanya ada deskripsi fisik candi, sejarahnya ato ada apa aja kek di candinya (maksude bukan misteri lagi kayk di Candi Risan). Sibuk kasi wejangan ke Mbak Ika ya? Hi...hi
Dit, jangan bawa-bawa nama anak orang ah. Malu. Kalau kamu cemburu, mari kita selesaikan urusan empat mata ini secara damai. He3 :D
masuk candi masih sebatas candi2 yang terkenal saja.
awas gak mampir tak gantung entar.....hehe
Saat candi Losari ditemukan pertama kali, memang berada di Kebun Salak mas. Nanti kalau sudah dipugar, pohon-pohon Salak itu bakal ditebang kok. Tapi selama belum dipugar, salak kan nilai ekonomisnya tinggi, jadi ya masih dipelihara.
he he he he he... Oiya, Ika tu adekku!
eh tapi...ima-ika-ima-ika-ima-ika-ima-ima...eee...apa ada mbak punya saudara lain yang namanya ina, ila, atau ija??? :)
pak bas.. voline menang po?
Ga rumahnya Pak Gurunya ?
Katanya pak Guru seorang yang merekonstruksi Candi Induk Candi Losari dan dinyatakan tepat oleh ahli Purbakalan. Candi Induknya sekarang di halaman rumahnya Pak Guru......
ke sini naik bus jurusan apa, trus ancer2nya turun di mana ?