Candi Selogriyo

Saya mau tanya apa anda, pengunjung sekalian, kecele dengan artikel candi saya sebelum ini? Tentang "Candi" Donotirto yang juga merangkap sebagai wc umum itu? Kalau jawabannya iya, artikel ini semoga bisa mengobati kecelenya anda. Kalaupun enggak, ya...nikmati ajalah laporan ekspedisi candi kali ini. Saya yakinkan, bahwa ini candinya asli, dibangun sama eyang-eyang kita jaman dulu. Tentu saya ekspedisi nggak sendiri, karena Minggu (21/06/2009) siang itu saya ditemenin sama Andreas, Mas Ipuk, dan Agatha.
Candi Selogriyo ini letaknya di Dusun Selogriyo, Kec. Windusari, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Saya cuma bisa bilang kalau candi ini letaknya jauh banget dari kota Jogja. Tapi walau jauh tetep masih bisa dicapai kok, wong empat manusia ini aja udah kesana. Hehehe.
- Kalau dari kota Jogja ikuti saja Jl. Magelang hingga sampai di Kota Magelang. Itu jaraknya sekitar 60 km dan memakan waktu 1,5 jam naik motor.
- Untuk ke Kec. Windusari sebenernya ada dua cara. Pertama, cara yang paling mudah dan cepet adalah lewat Kec. Bandongan. Untuk cara ini anda ikuti saja jalan kota yang ada di kota Magelang yang mengarah ke Kec. Bandongan. Di Kec. Bandongan sendiri nanti ada pertigaan dengan penunjuk arah ke Kec. Windusari.
- Kedua, ini rute paling jauh tapi dijamin pemandangannya baguuus banget (Subhanallah)! Kami memilih rute ini karena nggak tau rute yang pertama. Caranya dari kota Magelang ikuti saja jalan besar sampai tiba di Kec. Secang. Nanti ada pertigaan ke arah obyek wisata Kalibening. Belok di pertigaan itu.
- Kalau mengikuti rute kedua ini, anda bakal tiba di Desa Payaman. Disana penduduknya bermata-pencaharian sebagai pengumpul batu-batu kali. Cocok dibuat obyek foto. Apalagi sepanjang perjalanan kanan-kiri jalan penuh dengan hamparan sawah. Waaah!
-
Singkat cerita, anda udah sampai di Dusun Selogriyo (bisa tanya ke warga untuk lokasinya). Untuk mencapai candi ini pengunjung harus menyusuri jalan tanah SEMPIT sejauh 2 km. Motor sih bisa lewat, tapi kalau simpangan wah...repot! Pinggir jalan tanah itu ada jurang, yang penuh dengan hamparan sawah hijau. Nyammm!

Jalannya tanah dan SEMPIT!!!
Di pinggir jalan ada jurangnya lagi! - Buat pengunjung yang membawa mobil, bisa diparkir di sisi jalan besar sebelum masuk ke Dusun Selogriyo.
Pas kami ekspedisi itu, langit Magelang CERAH BANGET! Dari Kec. Muntilan terlihat 3 gunung; Merapi, Merbabu dan Sindoro. Wah, kalau begini harusnya ke Ketep Pass deh. Sewaktu menuju Dusun Selogriyo, kita disuguhi pemandangan Gunung Sindoro yang seakan-akan bisa dipegang tangan. Mantap! Jadi heran dan terkagum-kagum bahwa, ini masih di Indonesia toh.

Melihat foto-foto ini semua dan anda masih bilang Indonesia kalah jauh sama negara luar? Ckckckck...
(Klik aja gambarnya untuk memperbesar)

Yang ini mbak Vinna pasti sangat mendukung, hehehe.

Batu-batu temuan lain dipajang di halaman.
Untuk masuk ke kompleks Candi Selogriyo, pengunjung dikenakan biaya retribusi Rp. 500, murah ya? Di dekat gerbang masuk, ada tempat pembuatan arang, bisa juga belajar bikin arang disana. Untuk sampai ke candinya, kita masih harus mendaki anak tangga ke puncak bukit. Capek? Iya. Tapi kalau ingat pemandangannya, capeknya hilang deh.
Candi Selogriyo berlatar belakang agama Hindu dan menghadap ke arah timur. Candi diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi. Dibandingkan candi-candi di Magelang yang pernah kami kunjungi, kondisi Candi Selogriyo ini memuaskan karena terbilang utuh. Walau begitu candi ini nggak memiliki candi perwara. Candi ini pernah longsor pada tahun 1998. Itu karena letak candi ini ada di atas bukit dan dikelilingi oleh lereng-lereng bukit lain. Karena itu candi ini dipindahkan posisinya biar nantinya tidak longsor lagi. Proses rekonstruksi ulang itu selesai pada tahun 2005.
Suasana di Candi Selogriyo ini bagaikan kombinasi suasana di Candi Sambisari dan Candi Gebang. Ada banyak tempat teduh untuk beristirahat (apalagi buat pacaran :p), dan gemericik air sungai yang berada tidak jauh dari candi. Khusus untuk fotografi, Candi Selogriyo ini adalah candi yang punya banyak spot fotografi yang bagus-bagus, kedua setelah Candi Plaosan tentunya.

Arcanya masih ada semua! Edan! Walau mereka pasti teriak, Kembalikan kepalakuuuu...
Selain ukurannya yang "minim", he3, candi ini juga minim informasi. Nggak ada papan informasi, sampai-sampai aku harus mengandalkan sumber ini dan itu untuk referensi artikel ini. Itu juga karena keasyikan motret aku jadi lupa buat wawancara sama Pak Juru Kunci, duh. Tapi kalau melihat dari lokasinya yang terpencil, sepertinya candi ini kurang mampu menarik pengunjung umum untuk berkunjung kemari. Hanya orang-orang tertentu, yang doyan petualangan seperti kami ini hehehe yang mau repot-repot datang kemari. Benar juga kata Andreas kalau Candi Selogriyo ini adalah petualangan candi terekstrim, mengalahkan Candi Risan, karena candi ini jauh, jalannya sempit, harus naik bukit, dan yang utama pemandangannya indah!























NIMBRUNG YUK!
Indonesia emang gak kalah sama negara laen kalo masalah alam, malah lebih bagus.. tapi perawatan, pengharagaan sama perhatian terhadap alam yg kalah jauh mas..
House of Raminten yah? ok! ditunggu deh.
Edan,patungnya bisa teriak tho mas [kan dari batu]?
lagian udah ga ada kepalanya, emang suaranya keluar dari mana ?
Aneh.....Aneh....Aneh.....
He3
makasih kunjungannya kang :) itu yg cw siapa namanya kang??!! melippiiiiiiiiiiirrr...
namanya dah ada di artikel kan?
Ternyata kalo mo diubek-ubek, Indonesia memang surganya peninggalan bersejarah ya..
padahal orang magelang...
besok harus dicoba, mumpung liburan..
Apa ke magelang diajak teman?
Saya dulu ke selogriyo pas acara hiking SMA (empat tahun yang lalu).
Coba juga ke Situs pemandian tujuh buah Cabean Kunthi di Boyolali. satu lokasi ada tujuh situs petirtan kuno. Tempatnya siip. Sekalian juga ke sumur songo. Satu lokasi ada 9 sumur kuno yang bertebaran. Di boyolali juga
kok batunya kecil-kecil tidak disesuaikan dengan
candinya jadi aneh gitu,mana dicoret-coret.Untung
tempatnya bersih karena anak penjaga yg masih 4 than
mengambili sampah dari anak-anak smp yang sedang
pramuka disitu ? aneh yang kedua ya....
setuju pemandangan bagus...eeh apa 7 pemandian kuno
yang di boyolali letaknya dekat penjual s u s u ?
he..he.. tapi saya tertarik sekali route mana ya ?
Naik bukit cuma 2km tho ? Ga jauh2 amat.......
Btw, niy candi pernah hancur akibat tanah longsor 20th lalu dan sekarang dibangun lagi dengan jarak 20 meter dari tempatnya semula,
Ada apa dengan angka 20 ?^^
Dan WOW............
Foto gunung di atas hutannya gundul, ga heran kalo longsor,
Dieng juga menunggu waktu kalo ga ada perbaikan secara nyata..........
menakjubkan
kebetulan itu kampung halamanku.. jadi rindu keluarga di magelang.