Situ Patengan

Eksplorasi
Situ Patengan adalah danau yang luasnya 48 hektar, jauh lebih luas dibandingkan danau di Kawah Putih. Pemandangan di Situ Patengan adalah danau yang dikelilingi oleh hijaunya pepohonan hutan dan kebun teh, sebuah spot fotografi yang menarik. Obyek wisata ini dirancang sebagai wisata keluarga. Pengunjung dapat menikmati santapan dengan pemandangan danau nan cantik. Selain itu pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berkeliling danau.
Legenda
Ternyata danau cantik ini menyimpan sebuah legenda seperti yang dituturkan oleh prasasti yang terdapat di kawasan ini. Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda, Situ yang artinya danau dan Patengan yang berasal dari kata “Pateang-teangan” atau saling mencari. Alkisah nama tersebut merupakan sebuah mitos masyarakat setempat yang merupakan perlambang dari kisah cinta abadi dari dua pasang kekasih yang terpisah. Cinta dari putra Prabu dan putri titisan Dewi yang besar bersama alam yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berdua berpisah untuk sekian lamanya namun karena cinta mereka yang begitu dalam membuat rasa ingin bertemu demikian besar. Mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan “Batu Cinta”.
Dewi Rengganis pun minta di buatkan sebuah danau dan perahu untuk berlayar. Perahu inilah yang kemudian berubah menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati dan kemudian dikenal dengan sebutan “Pulau Sasaka” yang berarti Pulau Asmara. Menurut cerita dan kepercayaan masyarakat setempat jika singgah di Batu Cinta dan kemudian mengelilingi Pulau Asmara, maka senantiasa akan mendapatkan cinta yang abadi seperti mereka.
On The Spot
Apa yang terjadi bila ketiga frase ini dirangkai, “obyek wisata keluarga”, “siang hari”, dan “hari Minggu”? Jawabannya tidak lain adalah keramaian! Datang kemari pada hari minggu siang memang bukan saat yang tepat untuk mengabadikan keindahan Situ Patengan. Karena hari sudah beranjak siang maka warna-warna yang ada tampak sangat kontras. Apalagi di seluruh penjuru penuh sesak dengan pasangan muda-mudi yang tengah menikmati indahnya danau. Ketika melihat mereka, sempat terbesit bayangan akan adegan aku dan Bunga berada disana. Ah, kenapa malah jadi melantur begini! Yang jelas datang kemari dengan membawa pasangan sepertinya tepat.














NIMBRUNG YUK!
Lha njuk kapan gowo Bunga mrono? :D
**Pas ada bencana kemaren, deket situ ini ga ya?