PEKOK ke Curug Siklothok

Akhirnya! Setelah menanti selama tiga bulan lebih, akhirnya aku bisa menjejakkan kaki ke Kaligesing! Eh iya, tentu saja dengan nyepeda. Sebab tak menarik kalau kesana tidak nyepeda. :p
Apa sih Kaligesing?
Kaligesing adalah nama sebuah kecamatan di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang mendadak “melegenda” diantara teman-temanku bersepeda, setelah Angga, salah seorang sahabat SPSS, nyepeda ke kesana di bulan September silam.
Jadi apa menariknya Kaligesing?
Sebab disana ada curug alias air terjun, hehehe! Menurut Angga, disana ada curug yang bernama Curug Siklothok. Curug ini terletak di Dusun Jekerto, Desa Kaligono, Kec. Kaligesing. Adapun nama lain dari curug ini adalah Curug Jekerto atau Curug Kaligono.
Lebih edannya lagi, Angga sudah berkali-kali kesana! Seakan Jogja–Kaligesing tak ubahnya Jogja–Prambanan. Padahal, jarak tempuhnya lebih dari 30 km dan terletak di perbukitan Menoreh yang medan jalannya didominasi tanjakan.
Aaargh, ini membuat aku gemas, ingin sekali nyepeda kesana!

Semoga anda sudah kenal: aku, Angga, Arisma, dan Pakdhe Timin
Hari Rabu (19/01/2011) akhirnya penantian itu berujung juga :D. Bersama rombongan tim PEKOK–aku, Pakdhe Timin, Arisma, dan tentu saja Angga–yang semuanya memang bermental dan berdengkul pekok, kami nyepeda ke Kaligesing. Dari titik start Tugu Jogja, kami berangkat menuju Purworejo. Yiiihaaa!
Etape 1, Jl. Godean Sampai Tuntas (19 km)
Dari Tugu Jogja, kami bertolak ke barat mengikuti Jl. Godean sampai tuntas. Suasana di Jl. Godean ini masih sama, lebar jalan sempit dan dipadati arus kendaraan bermotor. Maklum, Jl. Godean ini merupakan salah satu jalan penghubung Jogja dan Kulon Progo.
Etape 2, Perempatan Kenteng ke Gua Kiskendo (9 km)
Perempatan Kenteng adalah ujung dari Jl. Godean yang terletak di Kec. Nanggulan, Kab. Kulon Progo. Dari perempatan ini kami tetap menuju ke arah barat. Disana, telah menanti Perbukitan Menoreh untuk kami lalui. :D
Rute ini mengingatkanku saat menyusuri Perbukitan Menoreh bersama sahabat SPSS di bulan Oktober silam. Rutenya ya lewat jalan ini, yakni ruas jalan yang mengubungkan perempatan Kenteng dan Tanjung Sari.

Nuntun sepeda itu manusiawi kok katanya Angga :p
Medan ruas jalan ini sungguh AMAT TIDAK MANUSIAWI! Sebab, didominasi tanjakan curam yang berkelok-kelok. Lebih kejam dari Cinomati lah pokoknya! Aku juga sangsi, tak semua motor atau mobil berkenan lewat sini. Apalagi setelah patok jalan km 25 yakni awal dari tanjakan curam nan panjaaang.
Tapi toh, aku melewati rute ini…dua kali. Sebelumnya, sewaktu nyepeda nimbrung di acara NAMES, malam hari dan hujan pula. Kalau dipikir-pikir, aku itu betul-betul pekok mau mengulangi lewat jalan ini lagi, wew…
Etape 3, Gua Kiskendo ke Desa Jakerto (6 km)
Ibarat peribahasa, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, medan jalan sepanjang 6 km ini didominasi oleh turunan! Asyiiik! Pemandangannya juga tak kalah elok. Kami menyusuri pinggir sebuah sungai (entah apa namanya). Yang jelas sungai ini mirip seperti di Kebumen, beralaskan batuan kapur.

Papan informasi ke air terjun di pinggir jalan raya.
Oh ya, dari Gua Kiskendo kami mengambil jalan menuju arah Purworejo. Papan petunjuk ke Curug Siklothok ini ada di sisi kiri jalan raya dan berukuran cukup besar.
Satu Lokasi, Tiga Curug
Untuk memasuki Curug Siklothok, kami harus membayar retribusi Rp 2.500 per orang yang dikelola oleh pemerintah desa. Eh iya, tidak ada tarif parkir untuk sepeda, karena pemerintah desa mungkin tak pernah menyangka sebelumnya bahwa ada orang-orang pekok yang mau nyepeda kemari. :p
Panduan menuju curug Siklothok ini lumayan lengkap. Hal ini tak lepas dari kerja keras para mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 138 Kaligesing Sub-Unit Kaligono bulan Juli-Agustus 2010. Kalau ada mahasiswa KKN yang membaca artikel ini, aku mengucapkan terima kasih pada kalian. :D
Curug Siklothok sendiri adalah satu dari tiga curug yang ada di Desa Kaligono. Dua curug lain tak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu dan tenaga. Secara umum, Curug Siklotok amat menarik sebagai obyek foto. Kalaupun bosan dengan curug, di sepanjang aliran sungai banyak terdapat titik-titik menarik bila diabadikan dengan teknik slow-speed.
Sebenarnya, rute aman menuju Curug Siklothok ini bisa dengan melalui Purworejo via Jl. Wates. Hanya jarak tempuhnya lebih panjang dibandingkan kalau memotong Perbukitan Menoreh via Gua Kiskendo. Kalau pembaca adalah pemburu foto curug sepertiku, hukumnya wajib untuk mengunjungi curug ini. Selain itu di Desa Kaligono sendiri juga terdapat beragam kesenian seperti Kuda Lumping, Soyar Mauli, dan Tari Dolalak.
Oh ya, kecamatan Kaligesing juga terkenal dengan buah durian dan kambing Ettawanya lho. Jadi kapan pembaca mau berkunjung kemari? Kalau bingung, Angga siap mengantar kok. Kabarnya ia ingin memecahkan rekor 5 kali bolak-balik Jogja–Kaligesing, hehehe.
Kaligesing is surely Amazing!
















NIMBRUNG YUK!
eh, wij... dulu aku juga pernah ke Kaligesing, desa Donorejo deket Goa
Sepalawan itu apak dekat dengan rute pekokmu itu?
hahaha
takut nggak kuat, nurun takut keblablasen.
kang, kayaknya teknik slow-speed tidak bisa diterapkan di kamera saku ya ?? Pengen....... gimana sih caranya ??
cuma sedikit jadi kurang menarik...
Itu Curug Muncar akses jalannya lewat mana ya Pak yang paling mudah untuk dicapai? Saya dan teman-teman berniat ke sana soalnya. Terima Kasih.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya Kang. Ditunggu kunjungan berikutnya! :D
Next destination..!!
sepeda mtb ku ke siklothok.
matur suwun sudah mau mempopulerkan purworejo dengan keindahannya.
salam kenal dari Cahpordjo( Cah Pordjo Perantauan / CPP )
Maju terus Kaligesing! hehehe