Air Terjun Moramo: Surga di Tanjung Peropa
Aku percaya, bahwa di pelosok Indonesia ini ada suatu tempat yang menyandang julukan surga air terjun. Silakan pembaca membayangkan, sebuah tempat yang dikelilingi oleh air terjun yang tak pernah sunyi oleh riuh gemuruhnya. Dan pada kesempatan kali ini, aku akan menunjukkan kepada pembaca bahwa tempat itu–surga air terjun itu–nyata! Benar-benar ada. Indah. Menanti untuk dikunjungi.
Penasaran yaaa?
Lokasinya bukan di Jawa, melainkan di Sulawesi. Tepatnya di Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa, di desa Sumber Sari, kec. Moramo, Kab. Konawe Selatan, ... Sulawesi Tenggara. (jauhnyaaa...)
Medan Berat ke Air Terjun Moramo
Dari ibukota propinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, jaraknya sekitar 70 km. Medan jalannya didominasi jalan tanah berbatu yang berkelok-kelok. Berkunjung ke desa Sumber Sari ibarat berkunjung ke pemukiman terisolasi yang hampir tak tersentuh peradaban. Tak ada listrik serta tak ada sinyal telepon genggam. Yang ada hanyalah para transmigran, babi hutan, dan air terjun.
Dengan medan berat seperti ini, aku sendiri tak yakin surga air terjun ini banyak dikunjungi wisatawan. Jangankan wisatawan, mungkin pejabat daerah sendiri pun jarang ada yang berkunjung kemari. Hingga pengembangan infrastruktur pendukung pariwasata di kawasan ini hanyalah angan yang akan tetap menggantung di awang-awang. Apalagi retribusi yang dikenakan bagi pengunjung “hanya” Rp 2.000 per orang. Kalau begini bagaimana industri pariwisata Indonesia mau maju?
Pilih Sendiri Air Terjunmu!
Di dalam hutan Suaka Alam Tanjung Peropa inilah surga air terjun berada. Langkahkan kaki dengan perlahan dan tengoklah sungai yang meliuk-liuk. Silakan pilih sendiri air terjunmu. :)
Bersiaplah untuk lebih terpesona lagi, sebab kemolekan surga air terjun belum berakhir hingga di sini. Primadonanya adalah Air Terjun Moramo, yakni air terjun bertingkat yang dipercaya sebagai pemandian para bidadari. Siapa tahu jika pembaca mandi di sini akan tertular pesona para bidadari. :)
Tak jauh dari air terjun Moramo, para transmigran sedang bergotong-royong membangun pondok-pondok peristirahatan. Akses jalan menuju air terjun pun sudah dibuat lebih manusiawi dengan membangun anak tangga. Pemandangan yang memberikan pengharapan, bahwa kelak obyek wisata ini akan menawarkan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mendongkrak perekonomian para transmigran.
Tahun Depan ke Air Terjun Moramo ya?
Mumpung terbitnya artikel ini bertepatan dengan akhir tahun, tak ada salahnya jika saat liburan akhir tahun nanti pembaca mampir kemari. Atau mungkin pembaca bisa merencanakan untuk berlibur kemari di tahun mendatang. Sungguh sayang kan bila berkunjung ke Kendari tapi tak mampir ke surga air terjun?
Oh ya, satu hal bahwa aku tak menyempatkan untuk berhati-hati ketika bermain air di air terjun ini. Sebab yah, menurut “perasaanku” tempat ini lumayan “sakral” alias pasti “berpenunggu”. Juga, karena kondisi sekitar yang berupa hutan, hati-hati dengan satwa liar semacam ular dan babi hutan. Intinya mawas diri dan jangan lengah! Selamat berwisata. :D




















NIMBRUNG YUK!
Terima Kasih sudah berkunjung ya Kang! :D
sekali ini air terjunnya