Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Kadisoka

Setengah PEKOK ke Taman Kyai Langgeng

Dengan pegal dan linu dari dengkul hingga ke mata kaki, perkenankanlah aku untuk bercerita pengalaman PEKOK di hari Rabu (11/01/2011) ke Taman Kyai Langgeng, Magelang, Jawa Tengah.  

 

Ya, baru kemarin, sehari yang lalu semenjak artikel ini diterbitkan. Buatku itu salah satu kemajuan karena akhir-akhir ini, jadwal rilis artikel di blog Maw Mblusuk? sering telat. Mohon dimaklumi, semata-mata karena kesibukan untuk membuat dapur tetap mengepul, hahaha. :D

 

Cukup ngelanturnya!

 

Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang adalah destinasi PEKOK di bulan Januari 2012. Kalau melihat destinasi PEKOK di bulan-bulan sebelumnya, Taman Kyai Langgeng ini seperti terasa bukan PEKOK. Bukan air terjun, bukan pantai, bukan pula keliling gunung. Aku sendiri sebenarnya juga sudah kehabisan ide mengusulkan destinasi PEKOK. Sebenarnya ya tidak kurang ide juga, tapi tempat-tempat eksotis itu jaraknya makin jauuuh dan kalau benar-benar dilakoni nyepeda ke sana bakal betul-betul PEKOK.

 

Sayangnya, akhir-akhir ini aku merasa tidak se-PEKOK dulu lagi. (menghela napas)

 

Namun, walau bagaimanapun juga, nyepeda jauh tetap harus ada di agenda bulananku. Yah, karena pada dasarnya aku suka nyepeda, suka berpetualang, tapi nggak boleh berlebih-lebihan.

 

Haisy! Cukuuup ngelanturnyaaa! >.<

 

Dengan jumlah personil sebanyak 3 manusia–aku, Pakdhe Timin, dan Angga–kami berangkat dari Tugu Pal Putih pukul 07.30 ke arah barat menuju Magelang, tapi bukan lewat jalan Magelang. :p

 

pekok ke taman kyai langgeng
Semoga tidak bosan melihat wajah-wajah kami :p

 

Etape 1, Susur Barat Selokan Mataram

Rute Susur Barat Selokan Mataram sudah jadi rute langganan bagi kami sebagai rute alternatif menuju Kab. Magelang. Setidaknya tak perlu lewat Jl. Raya Magelang yang kian padat dengan kendaraan bermotor berkecepatan tinggi.

 

Tak banyak yang berubah sepanjang rute ini, selain air Selokan Mataram yang berwarna coklat layaknya susu coklat manis (nyam!) dan aktivitas penambangan pasir yang sudah merambah masuk ke Bendungan Karang Talun.

 

Dengan kontur jalan yang relatif rata dan kemampuan kami yang sedikiiit di atas rata-rata, etape ini tidak terlalu banyak memakan tenaga. Kami tiba di Bendungan Karang Talun pukul 09.00.

 

PEKOK ke Taman Kyai Langgeng
Aku baru nyadar, itu ada bapak yang pamer pusar di belakang! hadeh!

 

Etape 2, Karang Talun – Mungkid

Juga seperti biasanya, rute ini termasuk rute familiar yang cukup membosankan. Kecuali dua tanjakan yang menghadang, yakni tanjakan keluar Bendungan Karang Talun dan tanjakan Bendo selepas pertigaan ke Sendang Sono. :p

 

Setelah memasuki Kec. Ngluwar menuju Mungkid adalah rute yang paling membosankan. Jalan raya pedesaan sepanjang 9 km dengan pemandangan sawah dengan kontur jalan yang sedikit menanjak.

 

Namun kebosanan itu terobati oleh sepiring lotek yang dijajakan di sebuah warung sederhana di pinggir jalan dekat pertigaan Mungkid-Muntilan dekat pasar (lupa nama pasarnya). Tiga porsi lotek ditambah nasi dan tiga gelas minum hanya dihargai Rp 12.500. Murah ya? :D

 

pekok ke taman kyai langgeng mungkid lotek murah enak magelang
Enak dan Murah! Tiga paket lotek ditambah bir hanya Rp 12.500

 

Etape 3, Mungkid – Armada Town Square

Dari Mungkid kami menyusuri rute yang tidak biasa, yakni melewati Jl. Letnan Tukiyat di mana banyak berdiri kantor-kantor pemerintahan. Mungkin banyak pembaca yang belum tahu bahwa Kota Mungkid adalah ibukota Kabupaten Magelang. Sedangkan Kota Magelang sendiri merupakan kota layaknya Kota Malang, Kota Salatiga, dan Kota Batu.

 

Di sepanjang Jl. Letnan Tukiyat ini kalau jeli kita masih bisa menemukan jejak peninggalan rel kereta api yang dahulu menghubungkan Jogja - Semarang. Kontur jalan lumayan menanjak tapi tidak curam. Jalan ini tembus di Jl. Raya Magelang, Mertoyudan, sekitar 3 km menjelang Armada Town Square, sebuah mall di Kota Magelang yang masih dalam tahap pembangunan.

 

Etape 4, Armada Town Square – Taman Kyai Langgeng

Jaraknya sekitar 7 km dengan mengambil arah ke Akademi Militer di Jl. Sarwo Edhi. Satu yang sempat membuat kecele adalah informasi di papan petunjuk arah ke Taman Kyai Langgeng selepas perempatan lampu merah yang menyebutkan jaraknya kurang lebih 1 km lagi. Padahal aslinya sekitar 3 km. :p

 

voucher masuk taman kyai langgeng gratis
Sampai juga di Taman Kyai Langgeng

 

Dicegat Satpam Taman Kyai Langgeng

Begitu sampai di lokasi, dekat pintu keluar kami berjumpa dengan dua satpam. Kami bertanya di mana kami bisa memarkir sepeda kami. Satpam yang muda mengarahkan kami untuk parkir di dalam taman. Namuuun, satpam yang lebih tua lantas mencegah langkah kami masuk dan memerintahkan kami parkir di luar taman yang notabene bukan parkir resmi. Apa di tempat ini tidak ada parkir resmi ya? Untung bapak penjaga parkir lumayan ramah. Mungkin karena jarang-jarang melihat pesepeda kemari. Mungkin juga Pak Satpam tidak tahu kebijakan untuk parkir sepeda. Ya sudahlah, tak usah diperumit.

 

Taman Kyai Langgeng itu Indah di Luar

Kecuali anak berusia 3 tahun ke bawah, setiap pengunjung wajib membeli karcis masuk Rp 8.000 per orang. Memasuki kawasan taman, kami langsung disambut oleh deru jet coaster dan teriakan histeris para penunggangnya. Tak sabar rasanya kami ingin mencoba segala macam wahana yang ada di Taman Kyai Langgeng ini. Kesan awalnya, taman ini menarik, terutama sebagai tempat pacaran, hehehe.

 

buaya langka ditemukan di magelang
Buayanya sumbangan. Semoga ndak lari, balik ke pemilik asalnya.

 

voucher makan bersantap di mr burger gratis diskon
Mr Burger di mana-mana ada, tapi nggak ada yg jual.

 

pacaran di taman memadu kasih
Pacaran sambil main ayunan, hmmm...

 

Berhubung sudah masuk waktu shalat Dzuhur, kami lantas bergegas ke mushalla untuk menunaikan shalat sebelum bersenang-senang. Tujuan kami yang utama itu adalah berenang. Ya, Taman Kyai Langgeng ini memiliki kolam renang bernama Tirta Langgeng. Di sekitar Kota Magelang sendiri, jumlah kolam renang amat terbatas. Selain Tirta Langgeng ini ada di Pemandian Kalibening (arah ke Secang), Kolam Renang Soekotjo milik AKMIL, serta Kolam Renang Mendut.

 

Tapi ternyata kami menjumpai pemandangan seperti ini.

 

PEKOK ke Taman Kyai Langgeng
Hijau lumut!

 

PEKOK ke Taman Kyai Langgeng
Ditutup...

 

Nggilani pol! Air kolamnya berwarna hijau alias lumutan! Apa ya nggak dibersihkan? Iya sih kolam renang ini sedang ditutup. Tapi kok airnya penuh? Kalau ditutup karena hendak dibersihkan, dikuras airnya, dikosongkan, ya wajar. Tapi ini airnya penuh dan warnanya hijau! Seakan nggak pernah dirawat gitu. Apa memang ditutup karena nggak bisa merawatnya atau gimana.

 

Lantas kami bertiga duduk termenung menahan kedongkolan. Aku mencoba mengambil kesimpulan. Mungkin Taman Kyai Langgeng ini hanya menarik saat akhir pekan atau hari libur saja, ketika banyak warga berekreasi kemari. Jadinya, mungkin kolam renang ini dibuka dan bersih kembali hanya ketika pengunjung membeludak. Selain hari-hari itu, taman ini lumayan sepi sehingga lumrah apabila jadi pilihan tempat bagi para pasangan untuk memadu kasih. :p

 

PEKOK ke Taman Kyai Langgeng
Ada roller coaster juga!

 

PEKOK ke Taman Kyai Langgeng
Ragu karena takut atau cemas wahananya rusak? :p

 

Dengan tiket masuk taman seharga Rp 8.000 ditambah tiket masuk kolam renang seharga Rp 5.000, sepertinya pengunjung yang memang niat untuk berenang akan mencari kolam renang lain dengan pilihan yang terbatas. Sama seperti yang dilakukan oleh Pakdhe Timin dan Angga, tidak terima dengan keadaan, mereka lantas mencari kolam renang lain untuk disambangi.

 

Sedangkan aku? Seorang diri aku pulang, nyepeda ke Jogja. Oleh karena itu judul artikel ini “Setengah PEKOK” karena aku tidak ikut mereka berdua mencari kolam renang lain. Tapi kalau aku pikir-pikir ya termasuk PEKOK juga, karena seorang diri nyepeda dari Kota Magelang ke Kota Jogja, dengan jarak sekitar 40-an km. Alhamdulillah, selamat :D. Berangkat pukul 13.15 sampai di rumah pukul 15.30.

 

Sekali lagi, jangan tiru aksi PEKOK kami pembaca!

Dan kalau pembaca ingin berkunjung ke Taman Kyai Langgeng, hmmm... harap dipertimbangkan.

NIMBRUNG YUK!

  • #Jum'at, 13-Januari-2012, 09:05 WIB
    pekok atau tidak sama sekali ! Jangan mau yang setengah-setengah :p
    Yang penting tujuan ke Kyai Langgeng sudah tercapai :p
  • BEJOKAMPRET
    avatar 4430
    #Minggu, 15-Januari-2012, 18:27 WIB
    lha aku nek pit-pitan dewe terus je Wij neng ketep, baron, dll...koyo wong ilang tenan hi..hihii..
    haisy, moga-moga tetep isa nggolek dalan bali yo mbah.. >.<
  • #Senin, 16-Januari-2012, 15:33 WIB
    Sadis.. lotekminum bertiga cuman 12.500 doang.. hiks

    Mampir jg, Maw ke Taman kota Boyolali.. Masuknya free, ada ayunan jg kalo mau pacaran sambil maen ayunan disana.. hahaha
    Lha ndak sadis, itu yang nyebut harga kan Ibu penjual lotek. Klo kami yang minta harga, pasti ditawar, hahahaha :D

    Boyolali ada taman kota? Yg deket Telkom itu po?
  • MURWANI
    avatar 4435
    #Selasa, 17-Januari-2012, 13:29 WIB
    ah,... masak Kyai langgeng telah berubah?, dahulu bagus dan bersih
    yang nggak bersih itu Kolam renangnya Bu...
  • NANIK
    avatar 4442
    #Jum'at, 20-Januari-2012, 11:29 WIB
    Iyah... yang biasanya buat wifi-an.. ada penangkaran satwanya juga... di belakang lg jurang, ada jalan kecil sepertinya enak buat sepedaan...:))