Maw Mblusuk?
  • RSS 2.0
  • Facebook
  • Twitter
  • Flickr
  • Youtube
  • E-Mail

Diterbitkan

Rabu, 11 April 2012, 06:51 WIB11 Apr 2012, 06:51 WIB

Dilihat

1571 kali

3 Komentar

[kotak komentar]

Cari Artikel

PARA PENJELAJAH

Catatan Perjalanankuoleh: Rijal Fahmi Mohammad

blog perjalanan Catatan Perjalananku oleh Rijal Fahmi Mohammad

PROMOSI AH

daftar candi indonesia
Warung Blogger

Ayam Pecak tanpa Sambal Pecak

Alkisah, singgahlah saya di sebuah rumah makan, di pinggir jalan raya, di seberang sungai, di sebuah kota, dan disambut oleh Doraemon yang tak henti-hentinya menyemburkan air.

 

Astaga! Jelek sekali kelakuanmu Mon!

 

Ayam Pecak Pondok Lauk
Doraemon yang menyemburkan air...

 

Di mana saya berada? Jepang?

 

Sayangnya bukan.

 

Saya sedang berada di kota Tangerang, propinsi Banten. Di rumah makan Pondok Lauk, di seberang sungai Cisadane. Sungai besaaar yang airnya kian hari kian bertambah coklat dan mungkin tak ada lagi buaya yang berminat tinggal di sana.

 

Ayam Pecak Pondok Lauk
Rumah makan ini tidak menyediakan menu buaya lho!

 

Eh! Pada kesempatan ini saya nggak membahas tentang buaya lho. Saya ingin mengulas tentang sajian bernama Ayam Pecak, yang senantiasa dipromosikan oleh pramusaji Pondok Lauk sebagai menu andalan mereka.

 

Rupa sajian Ayam Pecak seperti di bawah ini pembaca.

 

Ayam Pecak Pondok Lauk
Ayam Pecak dari kejauhan

 

Ayam Pecak Pondok Lauk
Ayam Pecak setelah didekati

 

Pondok Lauk menyediakan dua versi Ayam Pecak berdasarkan porsinya. Kalau nggak salah ingat ya, satu porsi dihargai Rp 52.000 dan setengah porsi Rp 36.000. Kebetulan, kami memesan yang Ayam Pecak setengah porsi, isinya 4 potong ayam.

 

Jadi, secara matematis, setengah porsi Ayam Pecak bisa disantap oleh 4 orang dengan masing-masing orang menyantap sepotong ayam seharga Rp 36.000 / 4 = Rp 9.000.

 

Halah! Apa-apaan ini!

 

Ayam yang dipergunakan adalah ayam kampung. Sekilas seperti ayam penyet, karena memang dagingnya dibuat sepipih mungkin. Bumbu yang terasa adalah bawang merah, bawang putih, bawang bombai, lada, ... hmmm... apalagi ya?

 

Pengertian Pecak itu Apa?

Yang membuat saya heran sebetulnya adalah penggunaan kata “Pecak” pada nama sajian ini. Setahu saya dan juga dari sumber-sumber yang ada di jagat maya, Pecak itu identik dengan sambal, seperti yang tertera di link ini, ini, dan ini.

 

Nah, beda jauh dengan sajian Ayam Pecak yang saya ulas ini toh? Rasanya pun juga tidak pedas. Seperti sajian ayam kampung pada umumnya, dagingnya sedikit, tapi rasanya memang beda sebab dari ayam kampung.

 

Jadi demikian kiranya ulasan saya pembaca. Kalau sekiranya pembaca berkesempatan singgah ke Pondok Lauk, aku sarankan ... pesan juga sajian lain di samping Ayam Pecak, hehehe.

 

Apa pembaca juga paham sajian pecak?

NIMBRUNG YUK


UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!

  • BEJOKAMPRET
    avatar 4541
    BEJOKAMPRET #Rabu, 11 Apr 2012, 10:44 WIB
    pertamaxxxx
    selamat! :D
  • FEND
    avatar 4548
    FEND #Senin, 16 Apr 2012, 20:25 WIB
    pecak kan harusnya pakek sambel!!!!!seperti pecak lele yang banyak dijual kaki lima......huehuehue...
    jenis masakan baru mungkin!
    makanya, pecak yang ini saya pertanyakan...
  • PIPIT #Sabtu, 5 Mei 2012, 19:56 WIB
    kalo dilihat dari gambarnya kok malaah mirip ayam bakar bumbu kecap tapi berkuah yo? huehehehe D
    Tapi rasanya nggak ada kecapnya mbak