Maw Mblusuk?
  • RSS 2.0
  • Facebook
  • Twitter
  • Flickr
  • Instagram
  • Youtube
  • E-Mail

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk

Cari Artikel

PARA PENJELAJAH

Bersapedahanoleh: Jauhari

blog perjalanan Bersapedahan oleh Jauhari

INSTAGRAM @MBLUSUK

https://www.instagram.com/p/BGA--RXyi93/

Seminggu Kemudian ke Curug Benowo Puworejo

Terbit: Selasa, 18 September 2012, 13:31 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Seperti ada makanan yang nyelip di gigi. Pembaca tahu gimana rasanya toh? Berhubung sudah masuk bulan Ramadhan, yang nyelip itu kan harus dibuang. Lha, mosok ditelan? Nanti puasanya batal dong? Tapi ya, bagaimana mau dibuang? Lha wong yang nyelip saja dicari-cari nggak ketemu.

 

Eh, aku ini bicara apa sih?

 

Urusan Curug yang Belum Tuntas di Benowo, Purworejo

Pokoknya, karena gagal menemukan curug (air terjun) saat kami PEKOK kemarin, maka di hari Rabu (25/7/2012), aku dan Pakdhe Timin kembali berangkat mencari curug yang seminggu yang lalu itu gagal kami temukan. #sedih Letak curugnya itu ada di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

 

Eh, hari ini kami ke curugnya naik sepeda motor lho! Berhubung petualangan ini terjadi di bulan Ramadhan kan ya aku puasa. Lha, mosok puasa-puasa bersepeda toh? Nyari perkara banget. (Padahal yang puasa aku doang, si Pakdhe nggak.)

 

 

Perjalanan ke Kalirejo menuju Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Aku: Kita nyasar Pakdhe?
Pakdhe Timin: Tenang, kan ada GPS Android.

 

Sekali Lagi Nyasar di Perbukitan Menoreh

Singkat cerita, dengan waktu perjalanan yang lebih singkat naik sepeda motor lewat Jl. Raya Jogja – Magelang, kami tiba kembali di Desa Kalirejo di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang seminggu lalu terpaksa kami tinggalkan dengan tangan hampa. :( #sedih.lagi

 

Untuk mencapai Desa Kalirejo dari Candi Borobudur, kami menyusuri jalan raya dari Magelang menuju Purworejo (Jl. Magelang – Purworejo). Nanti, di km 7 bakal ada pertigaan dengan papan petunjuk arah ke Desa Kalirejo.

 

Eh, iya! Harap dicatat bahwa informasi arah ke Desa Kalirejo yang terpampang di papan tersebut itu SESAT! Kalirejo nggak berjarak 150 km! Melainkan hanya sekitar 5 km saja dari pertigaan itu.

 

Perjalanan ke Kalirejo menuju Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Jalannya rusak parah. Pejabat-pejabat nggak pernah lewat sini kayaknya.

 

Dari Desa Kalirejo, kami menuju Desa Cacaban Lor. Medan jalannya ya tanjakan dan wujudnya jalan aspal yang rusak. Menurutku, kalau aku bersepeda kemari lewat jalan ini ya masih kuat lah. #sedikit.sombong

 

Letak Desa Cacaban Lor yang berada di ketinggian Perbukitan Menoreh ini sesuai dengan nama kecamatannya yakni Bener. Bener-bener tinggi maksudnya, hehehe . Oh iya, Desa Cacaban Lor ini sudah masuk wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah lho.

 

Rute angkutan umum ke Kalirejo menuju Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Angkot serbaguna, untuk ngangkut TV pun bisa.

 

Di jalan-jalan pelosok ini kami sempat berpapasan dengan angkutan umum berjenis angkot.  Walaupun ya papasannya hanya sekali seumur jalan sih . Sepertinya, terbuka peluang kami kemari dengan naik angkutan umum.

 

Selain mengangkut penumpang, angkotnya juga difungsikan sebagai moda distribusi kebutuhan harian. Ya buat angkut-angkut barang. Persis angkot yang kami tumpangi saat bertualang ke Curug Kyai Kate.

 

Perjalanan ke Kalirejo menuju Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Istirahat siang dulu di masjid. Sejauh ini nyasar nggak ya?

 

Karena bingung arah (maklum jalan desa di Perbukitan Menoreh kan banyak percabangannya ) kami sempat nyasar ke Desa Kalitapas. DOH! Untungnya masih di sekitar Kecamatan Bener sih. Ingat-ingat ya kalau Pembaca sampai di dekat Masjid Kalitapas berarti ya salah jalan.

 

Dari Desa Kalitapas kami balik lagi ke wilayah Desa Cacaban Lor. Kami sempat berhenti sejenak di Masjid Darul Fata. Sembari aku menunaikan shalat dzuhur, Pakdhe Timin memastikan arah perjalanan di GPS android-nya. Kalau pakai android siapa tahu jadi nggak nyasar-nyasar.

 

Air Terjun Benowo yang Mana ya?

Setelah bertanya ke belasan warga di sepanjang perjalanan, Alhamdulillah, akhirnya kami sampai juga deh di Desa Benowo. Tapi, begitu kami bertanya ke warga di sekitar balai desa tentang keberadaan curug, eh mereka malah pada nggak tahu!

 

Duh? Kok gini?

 

Ndilalah ya ada juga warga yang memberi kami sedikit petunjuk. Katanya, saat ini curugnya sedang surut karena sedang musim kemarau. Pantas saja kalau banyak warga yang nggak mudeng. Di dekat balai desa ini memang ada curug. Jaraknya lumayan dekat. Dari balai desa, ambil jalan yang menurun.

 

Kunjungan ke rumah warga di area Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Ngobrol dengan Mbok Agus yang mana beliau membocorkan suatu rahasia besar bahwa ... mau tauuu?

 

Kami pun menyusuri jalan menurun yang sempit itu dan berakhir dengan memarkir sepeda motor di halaman rumah seorang warga, Mbok Agus namanya. Menurutku sih beliau belum pantas disebut mbok. Usianya aku taksir masih sekitar 40-an gitu.

 

Kata Mbok Agus, sekitar 50 meter dari rumahnya ini ada curug. Tapi ya itu, kata beliau saat ini airnya sedang surut karena musim kemarau. Sebetulnya ya agak kecewa juga ketika kami berkali-kali mendengar bahwa curugnya sedang surut. Tapi ya, berhubung sudah jauh-jauh ke pelosok Purworejo, rasa penasaran ini mesti dituntaskan toh?

 

Obyek foto menarik dekat Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Suasana sekitar curug yang masih alami, liar, dan ... belum tertata.

 

Dari rumah Mbok Agus kami menyusuri jalan setapak yang beliau tunjuk dan bertemu dengan curug yang dimaksud. Warga menamai curug ini sebagai Curug Benowo, karena letaknya ada di Desa Benowo. Ada juga yang menyebutnya sebagai Curug Seneng. Entah apa yang bikin jadi senang.

 

Aliran air curug ini membentuk sungai yang dimanfaatkan warga guna memenuhi kebutuhan harian mereka. Dari ceritanya Mbok Agus, Pak Lurah sudah memerintahkan warga untuk merapikan daerah di sekitar curug supaya pengunjung betah berlama-lama di sini. Meskipun letak Curug Benowo ini terpencil, tetap ada saja pengunjung yang singgah kemari. Ya semacam kami-kami ini lah . Pernah juga ada semacam ospek yang dilaksanakan di sini.

 

Obyek foto menarik dekat Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Curug Benowo (nama lainnya Curug Seneng) yang airnya sedikit karena musim kemarau.

 

Obyek foto menarik dekat Curug Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Yang penting sudah pernah kemari jadi nggak penasaran lagi deh.

 

Mbok Agus juga cerita bahwa di dekat sini ada curug lain lagi yang ukurannya jauh lebih besar. Akan tetapi Mbok Agus berkali-kali melarang kami ke sana. Sebab, letaknya ada di tengah hutan dan saat itu hari sudah beranjak sore.

 

Ya sudah deh mbok. Besok-besok lagi kami kembali bertamu lagi. Di musim hujan tentunya!

 

Mampir Sebentar di Petilasan Pangeran Benowo

Selain Curug Benowo, di Desa Benowo juga terdapat suatu tempat mistis yaitu Petilasan Pangeran Benowo. Petilasan ini wujudnya adalah suatu sendang (mata air) yang berada di dasar pohon beringin yang besaaar banget. Dari ceritanya Mbok Agus, setiap Jum’at Kliwon banyak orang yang melakukan ritual di sana. Area sekitar petilasan pun sudah diberi pagar.

 

Petilasan Pangeran Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Petilasan Pangeran Benowo ternyata mata air toh?

 

Petilasan Pangeran Benowo, di Desa Bener, Purworejo, Jawa Tengah
Sekeliling Petilasan Pangeran Benowo diamankan dengan pagar bambu.

 

Usai mengulik segelintir tempat-tempat menarik di Desa Benowo, akhirnya kami pulang ke Jogja deh. Tapi rute pulangnya nggak kembali ke Candi Borobudur, melainkan menyusuri lereng Perbukitan Menoreh yang tembusnya katanya ke Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

 

Mumpung perginya pakai sepeda motor ini. Jadinya nggak perlu memikirkan perkara tenaga yang tersisa untuk bisa selamat sampai rumah, hahaha . Subhanallah, di sepanjang perjalanan pulang kami dihibur oleh pemandangan Perbukitan Menoreh yang sangat indah. Tapi sayangnya, JALANNYA RUSAK! Doh!

 

Perbukitan Menoreh di Purworejo, Jawa Tengah

Perbukitan Menoreh di Purworejo, Jawa Tengah

 

Setelah berlika-liku menaklukkan berbagai macam tanjakan Menoreh, akhirnya kami berjumpa dengan jalan raya besar. Horeee! Tibalah kami di Desa Pagerharjo yang masuk wilayah Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ini desa yang ada Curug Watu Jonggol-nya itu lho!

 

Serasa bernostalgia, kami pun mengikuti Jl. Samigaluh hingga tiba di perempatan Dekso, Kecamatan Kalibawang. Selanjutnya tinggal pulang ke Kota Jogja lewat Jl. Godean deh.

 

Rute menuju Samigaluh dari Purworejo
Semoga pulangnya nggak nyasar setelah membaca ini.

 

Selesai! Yang nyelip sudah ketemu dan bisa dibuang, hehehe. Tapi muncul nyelip yang lain, karena ada satu curug besar yang diiming-imingi Mbok Agus itu.

 

Terus nantikan petualangan kami di pelosok Purworejo ya Pembaca!

NIMBRUNG YUK


UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!

  • PAKDHETIMIN #Selasa, 18 Sep 2012, 22:05 WIB
    pertamax..hehe
    sing bermutu sikik komentarnya nu mbah...
  • NORMAN BUDI
    avatar 4810
    NORMAN BUDI #Jum'at, 21 Sep 2012, 09:38 WIB
    wah bener2 mblusuk yo, gw yang orang pordjo aja ga tau ada curug.. hehehe mantaps.
    satu lagi, kalau mau video yang hasilnya bagus (full HD) bisa coba toshiba bw10, waterproof ,shockproof cocok buat adventure deh.. hehe sedikit saran aja, soalnya gw sendiri pake. ditunggu posting2 selanjutnya mas wijna.... thanx
    wokey, makasih mas Norman!
  • RUMPUTILALANG #Kamis, 4 Okt 2012, 09:26 WIB
    airnya sudah mengering ya kang?
    puncak musim kemarau, semuanya kering, hahahaha :D
    Jangan-jangan airnya juga ikutan puasa tuh :p
  • RUMPUTLIAR #Selasa, 11 Des 2012, 20:45 WIB
    wah ....pas ke sini malah g tahu keberadaan petilasannya
    Cobain main ke Benowo lagi bro!
  • TITHA #Jum'at, 25 Jan 2013, 09:19 WIB
    aku aja belum pernah kesini, padahal dr kecil sampe gede tinggal di kecamatan Bener. hihi
    katanya masih ada curug lagi lho
  • BUYUT
    avatar 5237
    BUYUT #Kamis, 25 Apr 2013, 01:28 WIB
    maturnuwun kang blusukane,,,,,,
    .
    .
    .
    wong benowo asli
    wah ada warga Benowo yang kemari :D. Tau curug lain selain ini nggak?
  • BUYUT
    avatar 5246
    BUYUT #Selasa, 30 Apr 2013, 17:11 WIB
    thanks kang observasine, ditunggu kunjungan berikutnya.
    wong benowo
    hehehe, matur nuwun sudah mampir ke blog ini, nantikan kunjungan kami ke Benowo lagi yah
  • SOIM
    avatar 5676
    SOIM #Rabu, 11 Des 2013, 17:43 WIB
    haha..
    salut sama ente2 ..
    perkenalkan mas aku anak benowo asli..
    hohoho, terima kasih sudah berkunjung jauh-jauh kemari dari Benowo :D kalau ada curug lain aku dikabari yaaa
  • BUYUT
    avatar 5825
    BUYUT #Minggu, 2 Mar 2014, 12:38 WIB
    masih banyak gan curug di benowo (pening, pengarenan, sabrang , keseneng: yg ini bukan yg di artikel agan)
    hhihihi, memang menurut saya sendiri banyak curug lain yang masih ngumpet. Kalau dirimu tahu lokasi curug-curug yang dirimu sebutkan, nanti bakal kami kunjungi bila senggang, hahaha
  • OZZI
    avatar 6050
    OZZI #Minggu, 4 Mei 2014, 09:33 WIB
    Numpang tanya bro. Kalau ke Kutoarjo pake mobil kecil, bisa nggak lewat Godean lurus trus? Kondisi jalan nyaman nggak?

    Penasaran soalnya, klo d peta kan lewat Godean tinggal lurus. Sedang lewat Wates jalannya muter.

    Trus lebih cepet mana kalo lewat jalan nasional Wates? Start dari Jogja.

    Yg tau bagi info ya! Trims.
    Dari Jogja ke Kutoarjo lewat Jl. Godean lurus terus jawabannya adalah Bisa. Nanti rutenya Jogja - Godean - Nanggulan - Goa Kiskendo - Kaligesing - Purworejo - Kutoarjo.

    Nah, kondisi jalan di ruas Nanggulan - Goa Kiskendo - Kaligesing itu adalah tanjakan. Sedangkan Kaligesing - Purworejo adalah turunan. Jalannya jalan aspal yang di beberapa ruas ada yang masih rusak.

    Kalau menggunakan mobil kecil, takutnya tidak kuat melahap tanjakan, sebab motor saja ada yang nuntun. Karena itu lewat jalur ini lebih lama dari lewat jalan nasional via Wates karena kalau Jl. Wates itu tanpa tanjakan, jalannya lebar, dan mulus.
  • OZZI
    avatar 6051
    OZZI #Minggu, 4 Mei 2014, 14:47 WIB
    Tq Mas Bro atas infonya. Untuk Jalan Daendels ada info Bro sekarang kondisinya gimana? Dua bulan yang lalu sekitar 3 km sebelum arah ke Kutoarjo rusak. Denger2 sekarang sudah ada perbaikan. Rencana Senin mau ke Tungpait Kutoarjo lewat Jalan Daendels.
    Kalau kondisi terkini Jalan Daendels saya juga belum tahu karena belum lewat sana lagi. Kalau menurut koran Kedaulatan Rakyat, di wilayah DI Yogyakarta ada perbaikan jalan lingkar selatan (yang tembus ke Jl. Daendels) sampai akhir April. Tapi entah kalau di ruas jalan yang sudah masuk wilayah Purworejo. Mungkin ya memang ada perbaikan menjelang musim mudik, kan biasa begitu toh?
  • OZZI
    avatar 6052
    OZZI #Minggu, 4 Mei 2014, 16:10 WIB
    Tq masbro untuk fast responya he he. Btw daleme pundi
    ? Kali aja kli pas melintas bs mampir
    hahaha, saya di kota Jogja Mas, kampung di utara stasiun Tugu deket sama kopi Jos
  • WIDHI
    avatar 7371
    WIDHI #Sabtu, 28 Mar 2015, 10:12 WIB
    wong yogya memang istimewa... good job
    Purworejo juga nggak kalah Istimewa lho! :D
  • CHOIR BELLE
    avatar 8248
    CHOIR BELLE #Senin, 14 Sep 2015, 15:31 WIB
    b wahhh,,hati2 mas,,,curug yang satunya uangkerrrrr lohhhh
    salam dari puncak desa benowo
    Curug satunya itu yang Klanceng Putih? Atau ada curug lain lagi mbak?
  • IKA
    avatar 8653
    IKA #Senin, 16 Nov 2015, 15:30 WIB
    Coba naik Gunung Kunir, Mas masih di Desa Benowo juga.. pemandangane keren bgt..
    Kapan2 kalau selo dicoba ke sana lagi :D
  • EKSAPEDIA #Minggu, 26 Jun 2016, 10:13 WIB
    Aku kira curug Benowo yang ada di Semarang mas :D Hahaha
    itu curugnya eksotis banget, debit airnya mengalir lirih lirih melow..
  • ROBBY HARYANTO
    avatar 9853
    ROBBY HARYANTO #Selasa, 28 Jun 2016, 17:00 WIB
    Pemandangannya bagus. Ternyata, selain terkenal sama es dawet (kalo di Jakarta laku banget es dawet Purworejo), Purworejo juga punya air terjun. Keren!