Candi Lumbung


Batu-batu candi induk yang dipindahkan.

Pondasi candi induk yang sudah dibeton.
Update! Ikut Meneliti Batu

Tanah yang ada di celah batu candi.

Tanah-tanah itu dikumpulkan di satu tempat.

Ukuran nat yang relatif sempit.

Batu yang kemasukan air berpotensi jadi
habitat tumbuhan dan akibatnya
batu jadi keropos.

Candi Lumbung.
(Klik untuk memperbesar).
Ini jadi topik menarik karena ada dugaan tanah tersebut merupakan tanah masa lampau yang digunakan ketika membangun candi. Dugaan tersebut mengarah ke fungsi tanah itu sebagai isian antar celah bebatuan (nat) candi, untuk meminimalkan pergeseran batuan. Sebagai langkah awal, kami menyambangi Pak Timbul Haryono selaku dosen Arkeologi UGM di kediamannya, desa Kebondalem Kidul. Pak Timbul menyangkal bahwa tanah itu berasal dari masa lampau. Karena secara logis nggak mungkin tanah digunakan sebagai isian nat, karena ukuran nat relatif sempit dan tanah lempung nggak punya kekuatan untuk menahan gesekan antar batu yang beratnya beratus-ratus kilogram. Selain itu, bisa jadi tanah itu adalah tanah endapan yang terbawa angin dan mengendap di bebatuan candi selama beratus-ratus tahun.
Nggak puas dengan jawaban Pak Timbul, kami langsung menyambangi TKP dengan ditemani oleh petugas BP3 yang cantik-cantik, mbak Tika dan mbak Wiwied. Dari penjelasan mbak-mbak itu diketahui bahwa tanah itu kemungkinan dipergunakan di bebatuan luar untuk menahan air memasuki bagian dalam candi. Karena kalau air masuk ke bagian dalam candi, batu-batunya bisa lapuk. Tim BP3 Jawa Tengah sendiri berencana untuk menggunakan tanah lempung menggantikan tanah pasir untuk isian Candi Lumbung kelak. Karena tanah lempung lebih kedap air. Nah, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Upil, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
- Tanah itu tidak bersifat kembang-susut.
- Tanah itu kurang kedap air.
- Tanah itu memiliki kuat geser yang cukup.
Jadi, kalau tanah itu berasal dari masa lampau kayaknya nggak gitu deh, dan fungsinya memang bukan untuk menahan air masuk ke bagian dalam batu candi. Anyway, terima kasih deh buat Upil yang udah memberi kesempatan buatku merasakan gimana jadi peneliti batu (keluar-masuk Taman Wisata Candi Prambanan gratis bo!). Karena ilmu yang dipakai lebih banyak ke ilmu fisika, aku jadi agak canggung karena aku nggak begitu menguasai fisika...hiks. Selamat yah Pil, buat pendadarannya 28-April-2009 lalu!













NIMBRUNG YUK!